Ketua Mathla’ul Anwar Sulut: Indonesia Harus Pastikan Jaminan Kemerdekaan Palestina di Board of Peace - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Ketua Mathla’ul Anwar Sulut: Indonesia Harus Pastikan Jaminan Kemerdekaan Palestina di Board of Peace

Awaluddin Pangkey (Foto: ist)

Awaluddin Pangkey Soroti Komitmen Dana Rp. 16.76 Triliun dan Sikap Organisasi Keagamaan. 

Sulut24.com, MANADO - Ketua Mathla’ul Anwar Sulawesi Utara, Awaluddin Pangkey, menyatakan Indonesia perlu memastikan adanya jaminan nyata atas kemerdekaan Palestina sebelum mengambil peran aktif dalam organisasi internasional Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menegaskan Indonesia dapat mempertimbangkan keluar jika kebijakan organisasi itu dinilai tidak menguntungkan Palestina.

“Indonesia dari dulu selalu mengambil peran aktif dalam perdamaian. Ini tidak meninggalkan sikap para pemimpin Indonesia sejak presiden pertama dan seterusnya bahwa posisi Indonesia terhadap Palestina adalah bagaimana Palestina menjadi negara merdeka,” kata Awaluddin, Jumat (13/2). 

Menurut dia, partisipasi Indonesia dalam Board of Peace harus selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan dukungan konsisten terhadap kemerdekaan Palestina.

“Indonesia sebaiknya berperan jika memang jaminan Palestina merdeka itu terealisasi. Dan kemudian mengambil peran tidak aktif atau keluar dari Board of Peace kalau kebijakan-kebijakan nanti tidak menguntungkan bagi Palestina,” ujarnya.

Awaluddin juga menyoroti komitmen dana sekitar Rp. 16.76 triliun yang disebut akan diberikan untuk mendukung Board of Peace. Ia menilai besaran dana tersebut perlu dikaji secara transparan.

“Memang disayangkan di saat posisi ekonomi Indonesia belum baik-baik saja, lalu serta-merta memberikan sumbangan yang begitu fantastis dan belum jelas uang itu akan dipergunakan untuk apa,” katanya.

Ia menambahkan sejumlah elemen masyarakat dan lembaga keagamaan di Indonesia terus memantau perkembangan organisasi tersebut, termasuk sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kemarin sudah jelas sikapnya, apalagi sikap MUI. Jika dalam proses-proses di Board of Peace ini tidak menguntungkan Palestina, Indonesia diminta untuk keluar,” kata Awaluddin.

Indonesia selama ini dikenal aktif dalam berbagai misi perdamaian dunia dan secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina dalam berbagai forum internasional.

Awaluddin menyatakan Mathla’ul Anwar Sulawesi Utara akan mengikuti sikap organisasi-organisasi Islam di tingkat pusat terkait dinamika tersebut.

“Ini politik luar negeri Indonesia, jadi apapun yang diusahakan pemerintah kita mendukung sambil tetap memantau bagaimana tujuan Board of Peace itu dan apakah bisa mengamankan kemerdekaan Palestina,” ujarnya. (fn)