TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di Bangka Belitung, Pamerkan Sitaan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp. 173,6 Miliar - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di Bangka Belitung, Pamerkan Sitaan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp. 173,6 Miliar

Suasana latihan TNI AL di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Foto: ist)

Operasi keamanan laut 2025–2026 amankan 496,8 ton timah dan 10.762 ton logam tanah jarang.

Sulut24.com, BANGKA BELITUNG - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (15/2), sekaligus memamerkan hasil tangkapan timah dan logam tanah jarang senilai sekitar Rp. 173,6 miliar dari operasi keamanan laut sepanjang 2025 hingga 2026.

Latihan tersebut disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani.

Sejumlah kapal perang dilibatkan dalam latihan ini, di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, dan KRI Pulau Fani-731.

Konferensi pers terkit tangkapan timah dan logam tanah jarang senilai sekitar Rp. 173,6 miliar dari operasi keamanan laut sepanjang 2025 hingga 2026 (Foto: ist)

TNI AL juga mengerahkan pesawat patroli maritim CN-235 MPA, pesawat Cassa untuk penerjunan tempur, dua helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, drone kamikaze, pasukan pendarat Korps Marinir, serta sistem roket Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Latihan diwarnai penembakan meriam 76 mm dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan operasi Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320. Korps Marinir turut menembakkan roket MLRS, GPMG, dan mortar 60 mm sebelum melaksanakan pendaratan amfibi.

Usai latihan, Kasal meninjau barang bukti hasil Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL yang bersinergi dengan Satgas Tri Cakti. Barang bukti meliputi timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang seperti zircon, ilmenite, dan monazite.

Total timah yang diamankan mencapai 496,892 ton, sementara logam tanah jarang tercatat 10.762,117 ton. Nilai estimasi keseluruhan mencapai Rp. 173.644.528.000.

“Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan. Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil,” kata Muhammad Ali.

Suasana latihan TNI AL di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Foto: ist)


Ia menambahkan bahwa pencegahan penyelundupan timah merupakan perintah langsung Presiden RI.

“Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain,” ujarnya.

Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara serta berdampak pada kerusakan lingkungan.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai salah satu sentra produksi timah nasional, namun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan maraknya aktivitas penambangan ilegal dan perdagangan mineral tanpa izin. (ep)