BAKTI Akan Putus Layanan Telekomunikasi di Dua Kabupaten Kepulauan Selama Sembilan Hari dalam Operasi Perbaikan April - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

BAKTI Akan Putus Layanan Telekomunikasi di Dua Kabupaten Kepulauan Selama Sembilan Hari dalam Operasi Perbaikan April

Ilustrasi Kapal perbaikan kabel bawah laut beroperasi di perairan terbuka dekat kepulauan Indonesia, dengan kru mengenakan perlengkapan keselamatan saat menangani serat optik di atas dek. (Foto: AI-generated image/Sulut24.com)

Operasi perbaikan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah paksa BAKTI hentikan layanan telekomunikasi di Sitaro dan Sangihe mulai pertengahan April.

Sulut24.com, MANADO - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) milik negara akan menghentikan sementara layanan telekomunikasi dan informasi di dua kabupaten kepulauan di Sulawesi Utara hingga sembilan hari pada bulan depan, dalam rangka perbaikan darurat kabel serat optik bawah laut, demikian tertuang dalam surat resmi yang diterbitkan Kamis ini.

BAKTI, di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menyatakan akan melakukan perbaikan partial cut pada kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane, menyusul terputusnya kabel tersebut.

Kegiatan perbaikan dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 25 April 2026, dengan fase paling krusial operasi restorasi laut (marine restoration operation) ditetapkan pada 16 hingga 24 April 2026. 

Selama sembilan hari tersebut, layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe akan terhenti sepenuhnya.



"Perbaikan ini dilakukan guna mencegah timbulnya kerusakan lebih lanjut serta menjaga kualitas layanan telekomunikasi," demikian pernyataan lembaga tersebut dalam surat yang ditujukan kepada para bupati dan kapolres di kedua kabupaten kepulauan itu.

Pelaksanaan perbaikan akan dikerjakan oleh PT. Len Telekomunikasi Indonesia selaku Badan Usaha Pelaksana, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

BAKTI mengakui adanya dampak gangguan ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta pemerintah daerah, seraya berkomitmen untuk meminimalkan dampak tersebut. 

Lembaga ini juga meminta dukungan pemerintah daerah dan aparat setempat agar kegiatan perbaikan dapat berjalan lancar.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur yang didanai pemerintah untuk menyediakan konektivitas pita lebar ke wilayah-wilayah terpencil dan yang belum terlayani di seluruh kepulauan Indonesia. 

Palapa Ring Tengah mencakup sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi dan gugusan kepulauan sekitarnya. (fn)