Krisis Listrik Talaud Ancam Investasi dan Lapangan Kerja, Darma Taliisan: Warga Siapkan Aksi Tuntut PLN - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Krisis Listrik Talaud Ancam Investasi dan Lapangan Kerja, Darma Taliisan: Warga Siapkan Aksi Tuntut PLN

Darma Taliisan (Foto: ist)

Pemadaman listrik berulang di wilayah ULP PLN Melonguane, Kepulauan Talaud, dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah perbatasan. Pengusaha lokal kini siap memimpin aksi damai "parlemen jalanan" menuntut solusi nyata dari PLN.

Sulut24.com, TALAUD - Gelombang protes terhadap pemadaman listrik di wilayah kerja ULP PLN Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, kian menguat. Kondisi pasokan listrik yang tak kunjung stabil dinilai bukan sekadar gangguan rumah tangga melainkan ancaman nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, daya saing pelaku usaha, dan minat investasi di salah satu kabupaten perbatasan paling terdepan Indonesia itu.

Keprihatinan atas buruknya pelayanan listrik disuarakan langsung oleh Darma Taliisan, pengusaha kapal ikan asal Desa Alo, Kecamatan Rainis. Ia menegaskan, persoalan listrik memiliki dampak berlapis mulai dari aktivitas warga sehari-hari hingga ketidakpastian iklim usaha di Talaud.

Menurut Darma, listrik yang andal merupakan prasyarat paling mendasar bagi masuknya investasi dan pertumbuhan industri di kawasan perbatasan.

"Kalau listrik stabil, investor tentu akan lebih percaya untuk masuk ke Talaud. Usaha masyarakat bisa berkembang, ekonomi bergerak, dan peluang kerja akan semakin terbuka," ujar Darma, Rabu (27/05/2026).

Ia menilai, kehadiran industri dan pabrik baru di Talaud berpotensi besar membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun semua itu mustahil terwujud jika infrastruktur listrik terus bermasalah.

Frustrasi yang semakin meluas di kalangan warga mendorong Darma untuk mengambil sikap lebih tegas. Ia menyatakan kesiapannya menjadi koordinator lapangan dalam aksi damai yang disebutnya sebagai "parlemen jalanan" sebuah bentuk penyaluran aspirasi masyarakat secara langsung di luar ruang legislatif formal.

Darma menekankan bahwa aksi yang direncanakan akan berlangsung tertib, damai, dan bermartabat sesuai dengan hak konstitusional warga dalam negara demokrasi.

"Kita ingin menyuarakan kepentingan bersama. Listrik adalah kebutuhan vital untuk kehidupan masyarakat dan kemajuan daerah," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak untuk ikut berpartisipasi, dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

Pemadaman listrik yang berulang di wilayah ULP PLN Melonguane dan sekitarnya disebut telah mulai mengganggu aktivitas ekonomi warga dan pelaku usaha secara langsung. 

Kondisi ini dinilai semakin ironis mengingat posisi Kepulauan Talaud sebagai daerah perbatasan yang seharusnya menjadi etalase kemajuan Indonesia di garis terdepan wilayah negara.

Masyarakat kini berharap PLN dan pihak-pihak terkait segera menghadirkan solusi konkret dan terukur bukan sekadar pernyataan, melainkan langkah nyata yang dapat dirasakan warga dalam jangka pendek maupun panjang. (Ezra)