Konven Pendeta se-Sinode GERMITA di Jemaat Petra Moronge: Keluarga Pendeta Didorong Menjadi Benteng Iman di Tengah Era Digital
Suasana penandatanganan MoU antara Sinode GERMITA dan Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia Jakarta (Foto: ist)
Sulut24.com, TALAUD - Suasana penuh kebersamaan, sukacita, dan refleksi iman mewarnai pembukaan Konven Pendeta dan Keluarga se-Sinode GERMITA yang digelar di Jemaat Petra Moronge, Wilayah 16 Moronge, Kabupaten Talaud, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri hampir 500 keluarga pendeta se-Sinode GERMITA ini menjadi ruang perjumpaan, penguatan spiritual, sekaligus mempererat tali kebersamaan para pelayan Tuhan dari berbagai wilayah pelayanan.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Leonard Chrysostomos Epafras, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, membawakan materi bertema “Spiritualitas Keluarga Pendeta sebagai Benteng Iman di Era Tantangan Digitalisasi.”
Dalam pemaparannya, Dr. Epafras mengajak para pendeta untuk melihat keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebagai pusat pembentukan karakter, nilai kehidupan, dan keteladanan iman.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang besar, namun juga membawa tantangan yang perlu disikapi dengan kedewasaan iman. Keluarga pendeta, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan rohani, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang bijaksana.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, keluarga pendeta dipanggil untuk tetap menjadi ruang pertumbuhan iman dan menghadirkan teladan kehidupan Kristen,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum Sinode GERMITA, Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th., mengatakan pelaksanaan konven ini berlangsung di tengah berbagai pergumulan bangsa dan negara, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga perubahan besar akibat disrupsi teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, ia berharap spiritualitas para pendeta dan keluarga semakin kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Konven ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan di antara keluarga pendeta GERMITA, agar bersama-sama dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan gereja, masyarakat, bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Talaud sebagai beranda NKRI di wilayah perbatasan paling Utara Indonesia,” ujar Pdt. Arnold.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Sinode GERMITA dan Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia Jakarta sebagai bentuk penguatan kerja sama pelayanan dan pengembangan literasi Kristen.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum Sinode GERMITA Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th., bersama Direktur Bidang Pemasaran BPK Gunung Mulia Jakarta, Estefanus Zega, S.Th.
Konven ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten I Pemkab Talaud Daud Malansang, perwakilan Polres, Lanal, para camat di Pulau Salibabu, tokoh adat, tamu undangan dari Jakarta dan Yogyakarta, serta jajaran pelayanan Sinode GERMITA mulai dari BPMS, PMS, PPS, Korwil 01–17 dan wilayah khusus.
Dengan kehadiran para pelayan Tuhan dari berbagai penjuru, termasuk Dr. Leonard Chrysostomos Epafras dari UGM Yogyakarta, Konven Pendeta dan Keluarga se-Sinode GERMITA ini diharapkan menjadi ruang pembaruan spiritual, memperkuat pelayanan gereja, serta menghadirkan keluarga-keluarga pendeta yang mampu menjadi terang di tengah dinamika kehidupan modern. (Ezra)

