Warga Beo Utara Geruduk Kantor PLN, Desak Transparansi BBM dan Pertanggungjawaban Pemadaman Listrik
Suasana saat warga mendatangi kantor PLN ULP Beo (Foto: ist)
30 Warga Sampaikan Aspirasi Langsung ke Manager ULP PLN BEO, Tuntut Berita Acara dan Laporan Resmi Pemadaman.
Sulut24.com, TALAUD - Sekitar 30 warga Kecamatan Beo Utara mendatangi Kantor ULP PLN Beo di Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Senin (8/1/2026). Kedatangan warga yang berlangsung secara spontan itu dipicu oleh tingginya intensitas pemadaman listrik yang terus berulang dan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolsek Beo Ipda Eifel K. Limporo, Manager ULP PLN Beo yang Stive Kaunang, serta sejumlah perwakilan masyarakat yakni Danny O. Balanehu, Onal, Pitroi Tumade, dan Hendri Pasiak.
Danny O. Balanehu, tokoh masyarakat Talaud yang dikenal vokal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Nusa Utara, menjadi salah satu suara paling lantang dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat selama ini telah berulang kali meminta laporan transparansi, namun tidak pernah mendapatkan respons yang memadai dari pihak PLN.
"Kami berharap seluruh keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti dan diberikan jawaban yang jelas. Kami juga meminta laporan pertanggungjawaban terkait penggunaan BBM dan kendala yang menyebabkan pemadaman listrik," tegas Danny, kepada Sulut24.com dalam sambungan telepon WhatsApp.
Lebih jauh, Danny mempertanyakan aliran BBM yang diklaim tetap berjalan normal ke ULP PLN Beo, namun tidak berbanding lurus dengan kualitas pasokan listrik kepada pelanggan.
"Pasokan BBM ke ULP PLN Beo tetap berjalan normal, tidak ada kendala. Kami patut mempertanyakan ke mana aliran BBM tersebut jika banyak terjadi pemadaman listrik," ujarnya.
Danny juga secara terbuka menuding adanya ketidakprofesionalan dalam manajemen ULP PLN Beo. Ia mengungkapkan bahwa ketika masyarakat meminta melihat berita acara dan laporan pemadaman yang seharusnya dikirim ke PLN Pusat, pihak kepala ULP justru menyatakan dokumen tersebut tidak ada.
"Ini bukti ketidakprofesionalan Manager PLN ULP Beo. Sampai saat ini kami tidak menerima bukti laporan pemadaman serta berita acara terkait pemadaman listrik ke PLN Pusat. Ketika kami meminta untuk melihat berita acara dan laporan ke pusat mengenai pemadaman yang dilakukan selama ini, yang dijawab Kepala ULP PLN Beo, tidak ada," ungkap Danny.
Perwakilan warga Beo Utara, Onal, turut menyuarakan keluhan serupa. Ia mempertanyakan tingginya frekuensi pemadaman yang dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, sekaligus menuntut kejelasan informasi dari pihak PLN.
"Kami meminta adanya transparansi informasi terkait penyebab pemadaman, termasuk ketersediaan berita acara atau laporan resmi mengenai kerusakan mesin pembangkit. Warga juga meminta kepastian mengenai estimasi waktu perbaikan dan kapan pelayanan listrik dapat kembali normal," ujar Onal mewakili warga.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Manager ULP PLN Beo Stive Kaunang menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah konkret. Ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pengelola mesin pembangkit, yakni PT Nusa Daya, terkait kelengkapan administrasi dan dokumen yang diminta masyarakat, serta memprioritaskan upaya normalisasi distribusi listrik kepada pelanggan. (Ezra)

