KKB Bakar Pesawat AMA di Yahukimo, Pilot WNA Tewas Tertembak
Anggota KKB usai melakukan pembakaran pesawat (Foto: ist)
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab atas Pembakaran Pesawat.
Sulut24.com, YAHUKIMO - Sebuah pesawat perintis jenis Pilatus milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan nomor registrasi PK-RCY dibakar oleh sekelompok orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026) pagi.
Pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan tewas tertembak di lokasi kejadian, sementara tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat dikabarkan selamat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo, pesawat PK-RCY lepas landas dari Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sekitar pukul 06.27 WIT dengan membawa satu pilot dan tujuh penumpang menuju Lapangan Terbang Balinggama.
Pesawat mendarat di lokasi tujuan pukul 06.46 WIT, dan hanya berselang beberapa menit setelah roda menyentuh landasan serta muatan diturunkan, sekelompok orang yang diduga kuat merupakan bagian dari KKB menyerbu landasan pacu dan membakar habis badan pesawat hingga hangus total, sekitar pukul 06.50 WIT.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, membenarkan laporan awal mengenai tewasnya sang pilot. "Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Namun demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang," ujar Tri Purwanto, Kamis (2/7/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa, turut mengonfirmasi jumlah penumpang dan kronologi awal penerbangan tersebut. "Pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa satu orang pilot dan tujuh penumpang," kata Lukman dalam keterangannya.
Berdasarkan manifes penumpang yang diperoleh dari maskapai, ketujuh penumpang pesawat AMA tujuan Balinggama itu adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi selamat, meski proses evakuasi sempat terkendala kondisi geografis Balinggama yang hanya dapat diakses melalui jalur udara.
Kepala Kepolisian Resor Yahukimo, AKBP Zet Salino, mengatakan pihaknya sempat kesulitan memastikan secara rinci dampak insiden karena akses menuju lokasi kejadian sangat terbatas. "Karena itu, kami masih terus mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut, termasuk nasib pilot dan para penumpang pesawat," kata Zet Salino dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan, penerbangan dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, menuju lokasi kejadian membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sehingga proses pengumpulan data di lapangan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi pembakaran tersebut. Sejumlah foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan para pelaku berpose sambil memegang senjata api usai peristiwa itu.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyebut motif serangan diduga terkait upaya kelompok bersenjata itu untuk menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian dunia internasional.
"Motif kemungkinan besar, kalau dugaan kita mengarah kepada KKB, adalah ingin menunjukkan kepada dunia eksistensi mereka serta mencari perhatian," kata Yusuf, Kamis (2/7/2026). Meski demikian, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan pelaku secara definitif sebelum proses olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti rampung dilakukan.
Proses evakuasi jenazah pilot dilakukan pada Jumat (3/7/2026) pagi oleh personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema, yang bertolak dari Mimika menuju lokasi kejadian dengan dukungan dua helikopter jenis Caracal.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menjelaskan operasi evakuasi melibatkan 10 personel dan mengutamakan aspek keamanan mengingat medan pegunungan yang sulit dijangkau.
"Operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi," kata Wirya, Jumat (3/7/2026), sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Sebanyak 36 personel gabungan TNI-Polri dan Satgas Operasi Damai Cartenz diterjunkan ke Yahukimo untuk menangani insiden ini. Setelah proses evakuasi jenazah pilot rampung, Koops TNI Habema kini melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diketahui dipimpin oleh Elkius Kobak.
"Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak," ungkap Wirya. Ia menambahkan, personel Habema juga dikerahkan untuk memperketat pengawasan di lokasi penembakan guna mencegah kemungkinan serangan susulan. "Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ucapnya.
Penerbangan perintis merupakan satu-satunya moda transportasi yang menghubungkan Kampung Balinggama dengan wilayah lain di Kabupaten Yahukimo, mengingat kondisi geografis pegunungan yang tidak memungkinkan akses jalan darat.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap sarana penerbangan sipil di wilayah pegunungan Papua dalam beberapa tahun terakhir. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus mendalami motif serta identitas lengkap para pelaku di lapangan. (fn)


