995 Senjata Api Ditemukan di Bunker Tersembunyi Sekolah Swasta di Jakarta Selatan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

995 Senjata Api Ditemukan di Bunker Tersembunyi Sekolah Swasta di Jakarta Selatan

Barang bukti senjata api yang ditemukan oleh pihak kepolisian (Foto: ist) 

Eks Ketua Yayasan Diduga Jadi Dalang Bunker Rahasia di Bawah Sekolah.

Sulut24.com, JAKARTA - Sebanyak 995 pucuk senjata api beserta amunisi dan berbagai aksesori ditemukan di sebuah ruangan menyerupai bunker di lingkungan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan yang pertama kali terungkap pada 10 Juli 2026 itu kini tengah didalami Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, seiring munculnya dugaan keterlibatan mantan pengurus yayasan dalam penyimpanan senjata ilegal tersebut.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan sekolah tersebut, Untung Sangaji, menuturkan bahwa penemuan bermula ketika pihak yayasan hendak membuka salah satu ruangan untuk keperluan operasional sekolah. Alih-alih menemukan fasilitas pendidikan, mereka justru mendapati tumpukan senjata, termasuk air gun dengan laras polos tanpa alur yang berpotensi mematikan, serta satu pucuk shotgun berkaliber 12/70.

"Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70," kata Untung saat ditemui di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/8/2026).

Ditemukan Alat Pembuat Amunisi hingga Narkotika

Selain ratusan senjata api berbagai jenis dan kaliber  di antaranya kaliber 5,56, kaliber 40, 9 milimeter, Walther, kaliber 22, hingga karabin M4  polisi bersama pihak yayasan juga menemukan magazine jenis Glock berkapasitas 30 peluru, magazine untuk senjata M4, serta sebuah alat pembuat amunisi yang diduga ilegal.

Penggeledahan lanjutan yang dilakukan dengan pendampingan kepolisian pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, kembali menghasilkan temuan berupa komponen senjata, peluru, barang yang diduga narkotika, serta puluhan keping VCD berkonten pornografi.

Diduga Dibuat Eks Ketua Pengurus Yayasan

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengungkapkan bahwa ruangan tempat penyimpanan senjata tersebut diduga sengaja dibangun oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD sebagai ruang tersembunyi di bawah bangunan sekolah. IWD diberhentikan dari jabatannya pada 18 April 2026 setelah muncul indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan, termasuk dugaan pembelian tanah atas nama istrinya.

"Lalu dia buat bunker di sekolah, ruang tersembunyi di bawah tanah," ujar Hermawanto dikutip dari Kompas.com.

Menurut Hermawanto, sejak IWD diberhentikan, pengurus baru yayasan tidak lagi memiliki akses ke ruangan tersebut karena seluruh kunci dibawa oleh IWD dan orang-orang kepercayaannya. Kondisi itu membuat pihak yayasan akhirnya meminta pendampingan kepolisian untuk membuka paksa ruangan yang diduga menyimpan barang bukti tindak pidana tersebut.

Hermawanto menambahkan, hingga saat ini masih terdapat satu ruangan lain yang berbentuk menyerupai bunker dan belum berhasil dibuka. Pihak yayasan mendesak kepolisian segera menindaklanjuti dan membuka ruangan tersebut karena khawatir masih ada senjata atau barang terlarang lain yang tersimpan di dalamnya.

Polisi Masih Selidiki Asal-usul Senjata

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membenarkan bahwa penyelidikan atas temuan tersebut telah resmi dibuka melalui penerbitan Laporan Polisi Model A begitu kasus ini mencuat ke permukaan.

"Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi model A yang dibuat sesaat setelah ditemukanya kejadian dimaksud," kata dikutip dari Kompas.com. 

Joko menyebutkan bahwa perkara tersebut kini berada pada tahap penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan kepemilikan sah atas ratusan senjata api itu. Seluruh barang bukti senjata untuk sementara telah dititipkan kepada Wasendak Polda Metro Jaya guna proses pemeriksaan lebih lanjut. (fn)