LSM LP-KPK Talaud Pertanyakan Kinerja PLN ULP Melonguane Usai Pemadaman 9 Jam - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

LSM LP-KPK Talaud Pertanyakan Kinerja PLN ULP Melonguane Usai Pemadaman 9 Jam

Ilustrasi pemadam listrik (Foto Ilustrasi (AI-generated image/Sulut24.com)

Pemadaman listrik PLN ULP Melonguane selama sembilan jam di Talaud dikeluhkan LP-KPK karena dinilai berdampak pada UMKM, nelayan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sulut24.com, TALAUD - Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kabupaten Kepulauan Talaud mempertanyakan kinerja PLN ULP Melonguane menyusul pemadaman listrik yang berlangsung sekitar sembilan jam di wilayah ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (19/9/2026).

Pemadaman berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Berdasarkan penjelasan PLN ULP Melonguane, pemadaman tersebut merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik.

Ketua LSM LP-KPK Talaud, Amir Pontoh, menilai pemadaman dalam durasi panjang tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta nelayan.

“Pemadaman selama sembilan jam ini sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan nelayan. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Amir.

Menurut Amir, dampak pemadaman tidak hanya berkaitan dengan terganggunya aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang aktivitas usahanya bergantung pada pasokan listrik.

Ia secara khusus menyoroti sektor perikanan. Menurutnya, ketersediaan listrik berkaitan dengan produksi es batu yang digunakan nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

“Kurangnya ketersediaan es batu membuat sebagian nelayan enggan melaut. Mereka khawatir hasil tangkapan tidak dapat bertahan lama dan kualitas ikan menurun. Ini tentunya sangat merugikan nelayan,” katanya.

Amir juga mempertanyakan kesiapan manajemen PLN ULP Melonguane dalam mengantisipasi dampak pemadaman berkepanjangan. Menurut dia, Melonguane merupakan ibu kota kabupaten sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat Talaud.

Ia meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pekerjaan yang menyebabkan pemadaman serta langkah yang dilakukan untuk memastikan pelayanan kelistrikan tetap andal dan mencegah gangguan berkepanjangan berulang.

“PLN harus mampu memberikan pelayanan kelistrikan yang andal kepada masyarakat. Jangan sampai pemadaman berjam-jam seperti ini terus berulang karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Amir.

LP-KPK Talaud juga meminta PLN ULP Melonguane memperhitungkan dampak ekonomi pemadaman terhadap masyarakat, khususnya UMKM dan sektor perikanan yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Manager PLN ULP Melonguane, Aditya Pranata, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya pemadaman pada Sabtu (19/9/2026).

Aditya menjelaskan, pemadaman tersebut dilakukan dalam rangka pekerjaan pemeliharaan yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.

Pekerjaan tersebut meliputi pemeliharaan jaringan tegangan menengah (JTM), pekerjaan manajemen trafo di Gardu Pertokoan, serta pemangkasan dan penebangan pohon. (fn)