Koordinator Resort Talaud Sebut Ada Dua Lokasi Rawan Karhutla Di Talaud - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Koordinator Resort Talaud Sebut Ada Dua Lokasi Rawan Karhutla Di Talaud

Foto : Lahan Di Desa Salibabu

Sulut24 - Melonguane, Belum lama ini Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada berbagai pihak terkait untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Menindak lanjuti arahan tersebut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah terus dilakukan, salah satunya di daerah Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati mengatakan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas di jajaran Polres agar terus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di desa-desa yang menjadi wilayah tugas masing-masing.

"Saya sudah instruksikan kepada Kapolsek agar diteruskan kepada Bhabinkamtibmas diwilayah masing-masing", jelas Kapolres.

Selain Polres, sosialisasi juga gencar dilakukan oleh  Dinas Kehutanan Daerah, Unit Pelaksana Teknis Dinas, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit Tiga Wilayah Sangihe - Talaud dan Sitaro, khususnya Resort Talaud selaku pihak yang bertanggung jawab langsung terkait kehutanan di Kepulauan Talaud.

Koordinator Resort Talaud Okden Tundunaung mengatakan sebagai langkah awal pencegahan karhutla, sejak Juni 2019 hingga saat ini pihaknya telah  beberapa kali melakukan sosialisasi di desa-desa terkait kebakaran hutan dan lahan, diantaranya desa Tuabatu, Pulutan dan desa Tule.

Foto : Okden Tundunaung Koordinator
Resort Talaud
Lebih lanjut Tundunaung menjelaskan sejak awal tahun 2019 hingga saat ini untuk wilayah Talaud belum ditemukan titik-titik yang berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan "untuk sementara masih dapat dikategorikan aman", tutur Tundunaung, Selasa (20/8/2019) Di kantor KPH Unit III Resort Talaud.

Untuk itu Tundunaung menghimbau masyarakat Talaud terutama yang berprofesi sebagai petani agar tidak sembarangan melakukan pembakaran di kebun.

"Hati-hati membuat api, khususnya di kebun karena kalau tidak terkontrol dapat menyebabkan kebakaran yang masif dan akan merugikan masyarakat sendiri," ujarnya.

Koordinator Resort Talaud mengatakan dari keseluruhan wilayah hutan di Talaud, sampai saat ini baru dua lokasi yang terpantau sangat rawan terjadi kebakaran, yaitu wilayah gunung Piapi dan gunug Tarapahan yang terletak di diantara desa Tarohan dan Pulutan.

Terkait kasus kebakaran hutan di wilayah Talaud, Tundunaung mengatakan kasus terakhir terjadi pada tahun 2015.

Tambahnya saat kebakaran pada tahun 2015, penanganannya hanya secara gotong royong oleh dinas terkait bersama masyarakat sekitar karena fasilitas saat itu sangat minim.
"Penanggulangannya hanya oleh pegawai bersama masyarakat," jelasnya.

Ketika disinggung terkait perbedaan sarana dan prasarana yang dulu dengan yang ada saat ini, dirinya mengatakan tidak ada perbedaan yang signifikan karena sarana dan prasarana untuk penanggulangan kebakaran hutan saat ini juga masih minim.

Lanjutnya mobil pemadam kebakaran yang bisa memberikan dukungan hanya ada satu, yaitu damkar unit bandara Melonguane.

"Kalau kebakaran hutan jauh dari jangkauan damkar pasti akan sulit untuk melakukan pemadaman," tuturnya.

Untuk itu Koordinator Resort Talaud berharap agar ada perhatian dari pemerintah Pusat dan Provinsi terkait sarana dan prasarana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Talaud.
(FN)