Pemkot Manado Gandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) Kembangkan Manado Smart City - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Pemkot Manado Gandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) Kembangkan Manado Smart City

Pemkot Manado melakukan kerjasama dengan pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) menyangkut Pengembangan dan Implementasi Manado Smart City, Bandung (24/9) 


Sulut24.com - Pemerintah Kota Manado terus melakukan terobosan dan kolaborasi dalam bentuk kerjasama dalam mengembangkan Smart City dengan melibatkan akademisi / perguruan tinggi baik yang ada di provinsi sulawesi utara maupun dari luar daerah.

Pemkot Manado melakukan kerjasama dengan pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) menyangkut Pengembangan dan Implementasi Manado Smart City melalui penandagtangan MoU antara Walikota Manado G.S. Vicky Lumentut dengan Rektor ITB  Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi bertempat di Ruang Rapim A, Gedung CCAR ITB Lantai 1 Bandung (24/9).

Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara Pemerintah Kota Manado dengan Institut Teknologi Bandung menitikberatkan pada 3 (tiga) aspek utama, yaitu :
1.  Penelitian, pengembangan dan inovasi Smart City dan komponen-komponen yang terkait;   dan
2. Perencanaan Smart City, termasuk pengembangan tata kelola dan Master Plan; serta
3. Pendidikan, pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan dan implementasi Smart City.

Walikota Manado dalam sambutannya mengatakan sebuah kehormatan dapat melakukan kerjasama dengan ITB.

"hampir 3 tahun ini Manado sedang mengembangkan Smart City, hal ini dengan adanya ruang pusat kendali yang bernama Cerdas Command Center (C3) yang sudah mendapat tempat bagi warga masyarakat di kota manado” kata Walikota Manado G.S. Vicky Lumentu.

"kami berharap pihak akademisi/perguruan tinggi termasuk ITB dapat membantu kota manado baik dalam perencanaan maupun pengembangan masterplan smart city yang lebih terarah menuju kota cerdas”, ujar Walikota.

Menurut Walikota Manado, Pemkot Manado butuh masukan/bantuan dari segi perencanaan, masterplan, penelitian dan pendampingan SDM menyangkut pengembangan dan implementasi Manado Smart City.

Untuk itu setelah panandatangan Nota Kesepahaman ini akan segera ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah terkait yakni Dinas Kominfo dan Bapelitbang dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Ditempat yang sama dalam sambutannya Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi mengucapkan terima kasih karena Walikota Manado sudah memberikan kepercayaan kepada ITB untuk bermitra khususnya dalam pengembangan smart city di Kota Manado.

“saya mengapresiasi kepada Bapak Walikota Manado yang telah membangun Cerdas Command Center sebagai instrument yang sangat penting bagi pemerintah dalam mendukung kelancaran operasional pelayanan public”, kata Rektor.

Pemerintah kota wajib memberikan pelayanan bagi masyarakat untuk hidup tenang, nyaman dan aman termasuk semua service layanan berjalan lancar baik terkait transportasi, Pendidikan, kesehatan, energi, lingkungan. Dengan smart city semua sector layanan public bisa di manage dengan government yang lebih efisien.

Rektor ITB menyatakan siap untuk membantu memajukan pemerintah kota manado karena ITB bukan untuk ITB tapi ITB untuk masyarakat bangsa dan negara termasuk ITB untuk kota manado.

Selanjutnya dilakukan tukar menukar cenderama antara pihak Pemerintah Kota Manado yang diserahkan oleh Walikota Manado dengan pihak Institut Teknologi Bandung oleh Rektor ITB.

Selesai melakukan penandatangan MoU Walikota Manado beserta jajarannya diajak Prof.Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng mengunjungi Smart City Living Lab (SCLL) ITB.

Smart City Living Lab merupakan ruangan lingkungan penelitian dalam pengembangan Smart City  secara berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, pemerintah, pendidikan dan stakeholder lainnya. SCLL  ITB hadir sebagai sebuah solusi untuk melakukan implementasi dan evaluasi terhadap implementasi Smart City.

Di Smart City Living Lab (SCLL) ITB Walikota Manado mendapat penjelasan dari Tim Smart City & Community Innovation Center (SCCIC) selaku pengelola Lab mengenai inovasi yang sedang dan sementara dikembangkan baik menyangkut kesehatan, pendidikan maupun pariwisata.
(AM).