Tololiu : Parah, Rata'rata Satpam Sekolah di Sulut 'Ilegal' - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Tololiu : Parah, Rata'rata Satpam Sekolah di Sulut 'Ilegal'


Hendra Tololiu

Sulut24
- Manado, Hampir semua sekolah di Sulawesi Utara, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK, menggunakan tenaga Satuan Pengamanan (Satpam) yang tidak punya kompetensi. Rata-rata Satpam sekolah tidak memiliki sertifikat menjalankan fungsi kepolisian terbatas.

Demikian hasil amatan dan monitoring Hendra Tololiu, pemegang mandat APSI (Asosiasi Profesi Satpam Indonesia) Sulut. "Parah, sekolah tak punya kompetensi menjalankan fungsi kepolisian terbatas," katanya kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Ditegaskannya, jika tenaga Satpam sekolah tidak sertifikasi termasuk kategori ilegal. "Tidak sertifikasi, berarti mereka tidak punya kartu tanda anggota yang dikeluarkan pihak kepolisian," tambah Tololiu.

Fakta lapangan, rata-rata Satpam sekolah menggunakan seragam yang tidak sesuai aturan yang dikeluarkan pihak kepolisian sebagaimana  diamanatkan UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI dan Perkapolri Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Manajemen Pengamanan.

Menurut Tololiu, ada kesan pengelola sekolah abai dengan penggunaan tenaga Satpam. Bukan hanya guru piket berstatus THL yang bertugas di pos jaga sekolah, tetapi ada pelajar yang bertugas sebagai piket.

"Ini seharusnya tidak boleh terjadi. Sekolah harus punya tenaga Satpam yang kompeten sehingga keamanan sekolah bisa terjamin dan Satpam harus bertugas sesuai SOP," tegasnya.

Dia lalu mengatakan, sekolah dan pelajar kini menjadi sasaran empuk kejahatan tingkat tinggi, semisal masuknya jejaring perdagangan narkoba, traficking, fedofilia, tindak kekerasan anak dan guru, dan sebagainya hingga peredaran minuman keras (beralkohol).

Kondisi ini, sebut Tololiu, membuat lingkungan sekolah tidak aman dan membuat semua orang tua cemas sehingga menciptakan ketidak percayaan secara penuh terhadap keamanan anak-anak saat sedang berada di sekolah.

"Kalau sekolah punya tenaga Satpam yang kompetensif, sudah sangat membantu menjamin keamanan lingkungan sekolah," terang pria yang juga dikenal sebagai wasit nasional cabang olahraga Taekwondo.

Tololiu berharap pengelola sekolah, baik yayasan maupun kepala sekolah tidak memandang remeh soal  tenaga Satpam. "Pengaman sekolah ikut menjadi faktor penentu citra sekolah. Gunakan tenaga Satpam yang sesusi aturan," ujarnya seraya mendorong pihak kepolisian Sulut untuk melakukan penertiban penggunaan tenaga Satpam di sekolah-sekolah.
(AG)


Advertisement





 

Advertisement