Pemuda Talaud Jangan Terjebak Dalam Kejayaan Dan Romantisme 'Kekinian Dunia' - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Pemuda Talaud Jangan Terjebak Dalam Kejayaan Dan Romantisme 'Kekinian Dunia'


Siswi SMA Negeri 1 Melonguane yang bertugas membacakan teks UUD 1945 & Naskah Sumpah Pemuda. Foto: Melky Zedeck/ Sulut24.com

Sulut24.com - Talaud, Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun, disisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif kepada generasi muda apabila tidak memfilter semua informasi itu dengan baik.

"Informasi - informasi yang bersifat destruktif (menghancurkan atau merusak - red), mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dari terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara," ucap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Melonguane, Haris Budiarso, mengutip pidato tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Dalam pidato Pak Menpora (kata Haris) dikatakan, kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya.

Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan - kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

"Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik," harapnya.

Selain dari diri mereka sendiri, tentunya hal ini juga harus ada peran penting dari Pemerintah Daerah untuk memfilter segala informasi-informasi yang masuk kepada setiap generasi muda yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Sudah banyak informasi yang telah mempengaruhi (sifatnya negatif - red) bagi pemuda - pemudi seperti Narkotika, Pornografi, dan lain sebagainya," beber Haris kepada Wartawan, usai memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda di halaman rumah Dinas Bupati Talaud, Senin (28/10/2018) kemarin.

"Hal itu menimbulkan banyak kejadian tindak pidana. Contohnya baru-baru ini seorang anak yang membunuh gurunya sendiri. Itu tidak sejalan lagi dengan karakter bangsa Indonesia," sesalnya.

Penulis : Melky Zedeck 
Editor : Redaksi Sulut24