Tonaas Wangko LMI Dukung Kehadiran Menteri Milenial Di Kabinet Jokowi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Tonaas Wangko LMI Dukung Kehadiran Menteri Milenial Di Kabinet Jokowi


Tonaas Wangko LMI Hanny Pantouw

Sulut24.com - Manado, Beberapa waktu lalu tepatnya pada Rabu (23/10) Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah mengumumkan dan melantik para menteri yang akan membantu presiden dalam menjalankan roda pemerintahan periode 2019-2024.

Pemilihan para menteri tersebut oleh presiden mendapat respon beragam dari berbagai lapisan masyarakat dan para tokoh di berbagai daerah.

Salah satu tanggapan datang dari Tonaas Wangko (Ketua Umum) Organisasi Kemasyarakatan Laskar Manguni Indonesia (LMI) Hanny Pantouw.

Pantouw mengatakan, berkaitan dengan keputusan pengangkatan menteri oleh presiden pasti ada pihak yang pro dan kontra.

Pantouw mencontohkan bahwa dari wilayah Sulawesi Utara tidak ada perwakilan yang duduk dikursi menteri, namun menurutnya itu adalah realita yang harus diterima.

"Sangat disayangkan dari Sulut ini tidak ada menteri, sedangkan hampir 80% Sulut untuk Jokowi. Ada kesan terpinggirkan, tapi itu lah realitanya, dukung saja," ucap Tonaas Wangko LMI saat ditemui pada Kamis (24/10/2019), di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Menurutnya, dalam mengambil keputusan tersebut, presiden tentu mempunyai banyak pertimbangan, "Mana yang menjadi skala prioritas," tutur Pantouw.

Lebih lanjut Ia mengatakan, memang ada kekecewaan karena tidak ada perwakilan dari Sulut yang duduk di kursi menteri.

"Kalau dibilang kecewa, NU saja bisa kecewa, Muhammadiyah bisa kecewa kerena biasanya menteri agama dan menteri pendidikan dari dua organinasi ini, tapi sekarang tiba-tiba diganti dari militer. Tentu presiden punya pertimbangan tersendiri dalam memutuskan hal itu," tandasnya.

Terkait hadirnya menteri usia muda atau milenial di kabinet Jokowi, Tonaas Wangko mengatakan dirinya dan LMI menyambut baik hal tersebut karena menurutnya generasi muda saat ini harus mendapat kesempatan.

"Memang negara harus seperti itu, harus menciptakan kaderisasi, kalau semua yang tua-tua lalu yang muda kapan mendapat kesempatan, anak muda harus diberikan ruang. Tahun-tahun kedepan para orang tua akan pensiun, yang ganti anak muda, kalau pemimpin anak muda tidak disiapkan, yang salah siapa, ya pemerintah juga. Jadi sudah betul saya setuju, bahkan masih kurang itu," tuturnya.

Tonaas Wangko mengatakan secara keseluruhan Ia mendukung para menteri yang dipilih oleh presiden.

"Lebih kurangnya jangan dulu sekarang, lihat nanti kerjanya bagaimana," ucapnya.

Ia pun berharap agar kedepannya pemerintahan akan lebih baik dan kesejahtraan masyarakat Indonesia akan terus meningkat.

"Kita harapkan akan lebih baik, ini kan temanya Indonesia maju, ya harus maju semuanya," tutupnya.
(FN)