PMII Manado Gelar Konfrensi Cabang Ke-XVII - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

PMII Manado Gelar Konfrensi Cabang Ke-XVII


Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Cabang Manado Mulyanto Junaidi Maskromo saat membuka konfrensi PMII cabang Manado.

Sulut24.com - Manado, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado menggelar Pembukaan Konfrensi Cabang pada Sabtu (30/11/2019) di Gedung DPD RI Provinsi Sulawesi Utara.

Konfrensi PMII cabang Manado yang   ke-XVII tersebut, dibuka langsung oleh Mulyanto Junaidi Maskromo selaku Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Cabang Manado.

Ditemui usai pembukaan konfrensi, Wakil Ketua I PMII Cabang Manado Arafat Soleman mengatakan nantinya akan ada banyak hal terkait organisasi yang akan dibahas dalam konfrensi tersebut.

"Nantinya energi yang banyak akan dipakai dalam pembahasan komisi-komisi terkait rekomendasi internal, external dan juga garis-garis besar oraganisasi," tutur Arafat.

Arafat menjelaskan sebelum masuk pada konfrensi, ada tahapan pra-konfrensi yang digelar oleh PMII yaitu berziarah ke makam para Tokoh-Tokoh muslim dan pendiri PMII serta melakukan dialog publik dengan tema "Membaca Paragraf Masyarakat Pinggiran Dalam Narasi Investasi Di Utara Indonesia"

Wakil ketua I mengatakan, tujuan dari doalog tersebut adalah untuk menemukan berbagai masalah ditengah masyarakat dan hasil dari dialog tersebut akan menjadi bahan pembahasan disetiap komisi dalam konfrensi tersebut.

Wakil Ketua I PMII Cabang Manado Arafat Soleman saat memberikan sambutan.

Arafat mengatakan dalam konfrensi tersebut akan dibahas juga terkait perumusan keberpihakan PMII ditengah masyarakat Manado.

Ia mengatakan saat ini investasi yang masuk di Sulawesi Utara khususnya Manado dinilai lebih cenderung merugikan masyarakat.

"Ada banyak masyarakat yang terpinggirkan. kibat investasi itu ada penggusuran," ucapnya.

Selain terkait keberpihakan kepada masyarakat, isu pengkaderan dan kesiapan para anggota PMII menghadapi era industri 4.0 juga akan masuk dalam pembahasan di konfrensi tersebut.

Pandangan Terkait Investasi

Wakil Ketua I PMII Cabang Manado Arafat Soleman menegaskan bahwa PMII tidak menolak invstasi yang masuk di Sulawesi Utara, namun Ia mengatakan sebelum investasi masuk harus ada kajian dari pemerintah terkait dampak dari investasi tersebut.

"Kita tidak alergi terhadap investasi, tetapi tentunya investasi yang tidak ada kelompok masyarakat yang dirugikan," tegas Arafat

Menurutnya pemerintah harus bisa menjabarkan secara rinci terkait sasaran investasi yang masuk.

"Harus punya penjabaran atau menjelaskan secara rinci atau punya landasan argumentasi yang jelas bahwa investasi ini untuk siapa dan kelompok masyarakat pinggiran itu ada dimana dalam narasi investasi tersebut," jelasnya.

Arafat mengatakan berdasarkan hasil dialog pra-konfrensi dengan tema "Membaca Paragraf Masyarakat Pinggiran Dalam Narasi Investasi Di Utara Indonesia" disimpulkan bahwa investasi yang masuk sebagian besar tidak berpihak pada rakyat.

Wakil Ketua I PMII Cabang Manado mengatakan nantinya PMII akan ikut bergerak untuk menyuarakan suara-suara masyarakat yang dirugikan karena masuknya investasi.

"Setiap kelompok harus diwakili aspirasinya, artinya harus ada kepentingan masyarakat yang diwakili oleh pemerintah, model kesejahtraan seperti itu yang akan kami perjuangkan," tandas Arafat.

Turut hadir dalam pembukaan konfrensi tersebut Gofur Dokumalamo Wakil Ketua II PMII Cabang Manado, Ningsi Usman, Wakil Ketua III PMII Manado, Muid Jalal Sekertaris PMII Cabang Manado, Abd Rajab R. Dasinangon Komisariat PMII Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado, Sahlil Haji Habib Komisariat Kampus Stikes Muhammadiyah Manado, Ayudina ketua Rayon PMII Kampus Politeknik Negeri Manado serta anggota PMII dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Politeknik Negeri Manado serta anggota PMII dari Stikes Muhammadiyah Manado.
(Fn)