Desa Kalasey Satu Krisis Air Bersih, Warga Minta Pemkab Turun Langsung - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Desa Kalasey Satu Krisis Air Bersih, Warga Minta Pemkab Turun Langsung


Tokoh Masyarakat Desa Kalasey Satu Ruben Kalalo, Ketika Berkunjung di Mata Air, yang penuh dengan Pipa Siluman Pengusaha Kolam

Sulut24.com - Minahasa, Krisis air bersih melanda Desa Kalasey Satu, sudah hampir dua minggu masyarakat Desa Kalasey tidak menikmati air bersih.

Lebih parah lagi  Pemerintah Desa saat ini seolah - olah super cuek dengan persoalan krisis air bersih yang terjadi,  padahal air ini merupakan kebutuhan Vital masyarakat.

"Kami masyarakat desa Kalasey satu sangat kecewa dengan Pemerintah Desa, yang tidak peduli dengan keluhan warga, apalagi kami sebagai warga sangat membutuhkan air bersih," ujar salah satu Tokoh masyarakat Desa Kalasey Satu Ruben Fredrik Kalalo

Kalalo dengan nada tegas memintah Pemkab Minahasa untuk secepatnya turun langsung, melihat persoalan krisis air bersih yang terjadi di desa Kalasey Satu.

 Bak Penampungan Air Jaga 5  Desa Kalasey Satu yang Hanya dibiarkan begitu saja, sudah dipenuhi rumput, tidak dimanfaatkan Pemerintah Desa.

"Pemkab Minahasa harus turun tangan, menangani krisis air bersih yang terjadi di Desa Kalasey satu, karena sudah dua minggu masyarakat Desa Kalasey satu tidak menikmati air bersih," ujar Kalalo.

Kalalo mengatakan persoalan krisis air bersih yang terjadi didesa Kalasey satu bukan hanya terjadi saat ini, persoalan krisis air bersih sudah terjadi sejak lama, namun anehnya tidak ada penanganan dari pemerintah desa bahkan pemerintah kecamatan.

"Pemerintah desa harus peka dengan persoalan krisis air bersih yang terjadi saat ini dan kami menduga ada permainan aparat pemerintah desa maupun kecamatan dengan sejumlah pengusaha air kolam yang ada didesa Kalasey satu," Tegas Kalalo


Kalalo mengecam keras sikap Pemerintah Desa yang memperjual belikan air bersih desa kepada sejumlah pengusaha kolam renang,  yang ada di Desa Kalasey Satu.

"Pemerintah desa yang seharusnya berpihak kepada kepentingan rakyat banyak dan justru bukan sebaliknya memperjual belikan air bersih kepada sejumlah  pengusaha kolam renang dan dampaknya saat ini masyarakat tidak dapat menikmati air bersih," ujar Kalalo

Kalalo mengatakan masyarakat desa Kalasey satu turut juga membayar retribusi air bersih sebesar Rp. 15 ribu perbulannya.

"Kami setiap bulannya ditagih aparat desa untuk membayar retribusi air sebesar Rp.15.000 dengan alasan perbaikan sarana/prasarana air bersih, namun anehnya masyarakat tidak menikmati air bersih seperti yang diharapkan," ujar Kalalo.

Sementara Itu Hukum Tua Desa Kalasey Satu Lely Tonggari ketika dikonfirmasi Selasa (11/2/2020) mengatakan untuk penanganan air bersih Desa Kalasey satu saat ini ditangani atau dikelolah langsung oleh BUMDES.

"Untuk penangan air bersih di Desa Kalasey satu sepenuhnya adalah tanggung jawab BUMDES, semua sudah diserahkan kepada Bumdes," ucapnya

Menurut Hukum Tua Lely Tonggari, bilamana ada keluhan air bersih, silahkan menghubungi Bumdes. (Joyke)