Solidaritas Kamisan Manado Kembali Dengan 7 Tuntutan Kepada Pemerintah - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Solidaritas Kamisan Manado Kembali Dengan 7 Tuntutan Kepada Pemerintah


Salah seorang peserta aksi kamisan

Sulut24.com - Manado
, Solidaritas aksi kamisan Manado kembali menggelar aksi kamisan di Zero Point pusat kota Manado, Kamis (6/2/2020).

Aksi perdana di tahun 2020 tersebut membawa berbagai tuntutan permasalahan yang belum diselesaikan oleh pemerintah.

Berbagai permasalahan tersebut dituangkan pada selebaran yang dibagikan kepada masyarakat yang melintas di area Zero Point.

Salah satunya terkait RUU Cipta Lapangan Kerja yang hingga saat ini masih menuai kontroversi karena dianggap tidak berpihak kepada buruh.

Selain itu, masalah yang turut dimuat pada selebaran tersebut adalah terkait empat mahasiswa dari Unkahir yang di drop out karena melakukan demonstrasi untuk mendukung perjuangan pelanggaran HAM di Papua.

Peserta aksi kamisan

Untuk Manado sendiri, aksi kamisan masih tetap konsisten menyuarakan penolakan terkait reklamasi pantai Utara Manado.

Di desa Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri, mengutip tulusan pada selebaran tersebut, "lahan yang sudah lama digarap oleh masyarakat, kini sebagian lahan tersebut telah dikuasai oleh perusahaan dan saat ini ada aparat Kepolisian yang ditempatkan di lahan tersebut," tutur tulisan pada selebaran tersebut.

Berangkat dari permasalahan diatas, aksi kamisan menuntut agar :

1. Tuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini.
2. Menolak Omnibus Law; RUU Cipta Lapangan Kerja (CILAKA)
3. Bebaskan tahanan politik Papua yang memperjuangkan HAM
4. Hapuskan BPJS dan bangun jaminan kesehatan yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat.
5. Hentikan penggusuran lingkungan dan kriminalisasi petani dan buruh.
6. Tolak reklamasi pantai Manado utara dan sawit di Lolak Bolmong Sulawesu Utara
7. Cabut SK Drop Out empat mahasiswa Unkhair.
(Fn)