Komunitas PMS Bagikan Masker Untuk Supir Angkutan Umum Di Kawasan Zero Point Manado - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Komunitas PMS Bagikan Masker Untuk Supir Angkutan Umum Di Kawasan Zero Point Manado


Komunitas Peduli Masyarakat Sulawesi Utara membagikan masker untuk para supir angkutan umum di kawasan Zero Point Manado.

Sulut24.com - Manado, Komunitas Peduli Masyarakat Sulawesi Utara (PMS) membagikan masker untuk para supir angkutan umum (Mikro) yang sering melewati jalur Zero Point pusat kota Manado, Minggu (5/4/2020).

"Hari ini, PMS  membantu membagikan 100 masker bagi sopir mikro yang sering melewati Zero Point 45 Manado guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 atau Virus Corona," ucap Ketua PMS Roi Saroinsong yang mewakili seluruh anggota PMS.

Saroinsong berharap masker yang dibagikan oleh PMS tersebut bisa berguna dan dapat menjaga para supir angkutan umum dari paparan virus terutama Covid-19 serta polusi udara perkotaan.

Sadam Yunus (30) salah seorang sopir angkutan umum (Mikro) jalur Malalayang - 45 ketika diwawancarai menyampaikan ucapan terimakasihnya atas bantuan masker yang diberikan oleh komunitas PMS.

"Terimakasih atas bantuan masker dari rekan-rekan PMS. Kami sudah tidak kepikiran dengan masalah kesehatan kami dikarenakan kepikiran dengan kebutuhan yang sudah tidak mencukupi lagi," ucapnya.

Salah seorang anggota Komunitas Peduli Masyarakat Sulawesi Utara saat memberikan masker untuk salah seorang supir angkutan umum di kawasan Zero Point Manado.

"Untuk itu, saya mewakili seluruh sopir yang sudah menerima masker mengucapkan banyak terimakasih," lanjut Yunus.

Pada kesempatan tersebut kepada awak media, Ketua PMS Roi Saroinsong juga menjelaskan secara singkat terkait komunitas PMS.

Saroinsong mengatakan Komunitas Peduli Masyarakat Sulawesi Utara (PMS) sudah berdiri sejak 14 Juli 2018. Dan tujuan berdirinya komunitas tersebut adalah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan.

Tambahnya, saat ini Komunitas PMS telah memberikan beberapa bantuan diantaranya memberikan makanan bagi orang-orang yang sering tidur di jalanan atau orang yang mempunyai ganguan mental (gila, buta dan lumpu) serta kepada lansia dan nelayan.

"Kami bukan orang yang kaya yang mau memberi. Kehidupan kami juga bercukupan, akan tetapi ada kelebihan kami yang tergabung dalam komunitas PMS. Kami saling patungan untuk membantu  masyarakat yang betul-betul membutuhkan," ucap Ketua Komunitas PMS.
(Fn)