Pasien Covid-19 Sulut Jadi 15, Dua Pasien Baru Punya Riwayat Perjalanan Luar Kota - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Pasien Covid-19 Sulut Jadi 15, Dua Pasien Baru Punya Riwayat Perjalanan Luar Kota


Juru bicara Covid-19 Sulawesi Utara dr. Steven Dandel.

Sulut24.com - Manado, Juru Bicara Covid-19 untuk Provinsi Sulawesi Utara dr. Steven Dandel kembali memberikan update terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah sulawesi utara.

Update tersebut disampaikan dr. Steven Dandel melalui konfrensi pers secara daring yang menggunakan aplikasi zoom meeting pada Sabtu (11/4/2020).

Mengawali konferensi pers dr. Steven Dandel menjelaskan bahwa hari ini Provinsi Sulawesi utara mendapat keistimewaan dari pemerintah pusat untuk dapat mengupdate data covid di Sulut dan mendahului jubir covid nasional serta kementrian kesehatan, sehingga data di Provinsi Sulawesi Utara menjadi lebih banyak dari data di website resmi Covid-19 nasional.

"Kemarin sudah ada Kabupaten yang mendahului dari juru bicara nasional, sehingga untuk kecocokan data, saya minta ijin hari ini untuk sedikit mendahului juru bicara nasional dan pihak kementrian kesehatan, dan sudah mendapat persetujuan secara informal," ucapnya.

Selanjutnya Dandel mengatakan pasien Covid-19 di Sulawesi Utara bertambah dua orang sehingga total pasien positif menjadi 15 orang.

Tambahnya pasien ke 14 adalah laki-laki asal Kabupaten minahasa berusia 25 tahun, mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta ke Manado.

Lalu pasien ke 15 adalah pria 46 tahun alamat Manado dan mempunyai riwayat perjalanan dari Makasar, Surabaya dan Manado.

"Pasien ke 14 dan 15 ini berdiri sendiri dan tidak terkait dengan kasus yang sudah ada sebelumnya," jelas Dandel.

Dandel menambahkan saat ini ada 7 pasien yang menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, serta 4 pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Teling.

Pada kesempatan tersebut jubir Covid juga mengatan bahwa saat ini pasien 02 sudah dinyatakan sembuh.

Dengan begitu pasien yang dinyatakan sembuh menjadi dua orang, lalu yang meninggal 2 orang dan kasus aktif dalam perawatan saat ini ada 11 orang.

Terkait ODP dan PDP, Dandel mengatakan saat ini jumlah berdasarkan data dari kabupaten/kota di Sulut, total ODP adalah 289 orang dan PDP sebanyak 27 orang.

Terkait rapid test di Sulut, menurut jubir Covid sampai saat ini sudah dilakukan rapid test sebanyak 167 rapid test dengan total hasil reaktif 13 orang.

Menurutnya langkah penanganan selanjutnya terhadap 13 orang tersebut adalah pengambilan swap dan dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk menunggu hasil swap.

Terkait adanya isu PDP melarikan diri dari ruang isolasi, dr. Steven Dandel mengatakan bahwa pasien tersebut mengalami masalah kejiawaan.

"Yang bersangkutan terinformasi ke kami dan sedang kami verifikasi bahwa yang bersangkutan ternyata ada masalah sedikit dengan kejiwaannya, sehingga dimasukan ke ruang isolasi yang bersangkutan tidak kooperatif dan meninggalkan ruang isolasi, tetapi tidak ada hubungan dengan keinginan dirinya sendri, saat ini sementara ditangani di rumah sakit jiwa Ratumbuysang oleh tim kedaruratan disana," jelas Dandel.

Terkait APD dan rapid test yang dilerlukan ditengah penambahan kasus positif di Sulut, jubir Covid mengatakan berdasarkan perencanaan awal ada 44 ribu APD yang perlu disediakan, sedangkan untuk rapid test, yang dibutuhkan adalah lebih dari 20 ribu alat rapid test.

"Kondisi saat ini kita sudah ada 10 ribuan, jadi masih perlu ketambahan 10 ribuan lagi. Kita akan terus mempercepat pelaksanaan rapid test ini dari surveillance Covid dari teman-teman di kabupaten/kota," jelas jubir Covid-19 Sulawesi Utara.
(Fn)