Produksi Masker dan APD, VAP Berdayakan Penjahit di Wilayah Minut - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Produksi Masker dan APD, VAP Berdayakan Penjahit di Wilayah Minut


Para penjahit saat memproduksi Masker dan APD

Sulut24.com - Minahasa Utara, Mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di beberapa daerah di Indonesia membuat para kepala daerah bergerak cepat untuk mengamankan wilayahnya dari paparan dan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Virus Corona.

Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh merupakan salah satu kepala daerah yang terus bergerak untuk mengamankan wilayahnya dari wabah Virus Corona.

Untuk membantu masyarakat Minahasa Utara guna pencegahan penularan Virus Corona, saat ini VAP mulai melakukan produksi masker dan APD.

Para penjahit saat memproduksi Masker dan APD

Untuk memproduksi masker dan APD, VAP menggandeng warga Minahasa Utara yang mempunyai keahlian dalam menjahit.

Menurutnya selain keahlian para penjahit dapat digunakan untuk menolong warga dengan produksi masker dan APD. Para penjahit tersebur juga akan mendapatkan honor dari pekerjaan yang mereka lakukan, dan hal tersebut dapat membantu perekonomian mereka ditengah lesunya perputaran ekonomi akibat wabah Covid-19.

"Saya mempekerjakan Masyarakat dengan keahlian menjahit untuk membuat masker dan APD," ucap VAP.

Menurutnya, inisiatif pembuatan masker dan APD tersebut dilatar belakangi oleh kelangkaan masker saat ini.

Para penjahit saat memproduksi Masker dan APD

"Saya melihat saat ini masker mulai sulit di dapat. Saya pun mengambil inisiatif untuk membuat masker sendiri untuk dibagikan kepada masyarakat Minut maupun Sulut pada umumnya," terang VAP.

"Saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang mulai bekerja dengan menjahit dalam membuat masker. Saya harap dengan upah dalam pekerjaan tersebut bisa membiayai kebutuhan keseharian dalam keluarga mereka," lanjutnya.

Sementara itu beberapa pekerja saat diwawancarai mengatakan sangat berterimakasih kepada ibu Bupati Minut yang telah memberikan pekerjaan bagi kami.

"Saya tulang punggung dalam keluarga dan dengan adanya Covid-19 ini saya tidak bisa apa-apa apalagi bekerja. Dengan adanya pekerjaan ini dari ibu VAP kami bisa mendapat penghasilan," kata Oma lansia ini.
(Joyke)