Covid-19, Di Bitung Terus Meninkat, Lomban: Warga Harus Patuhi Protap Kesehatan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Covid-19, Di Bitung Terus Meninkat, Lomban: Warga Harus Patuhi Protap Kesehatan

Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban
(Istimewa)
Sulut24.com - Bitung, Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban  menggelar konferensi pers Gugus Tugas Covid-19 Kota Bitung, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Wali Kota, Selasa (14/7/2020). Konfrensi pers ini dilaksanakan secara virtual melalui akun fan page Facebook Kota Bitung, yang ditujukan ke seluruh masyarakat Kota Bitung.

Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Maurits Mantiri, Kapolres Bitung  dan Kajari Bitung.

Hal ini dilakukan Setelah rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bitung ini menyampaikan beberapa  hal penting  menyusul meningkatnya secara drastis pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung, bahkan sejumlah kecamatan dan kelurahan sebelumnya nol kasus positif, kini sudah ada warga yang terjangkit.

Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban saat menggelar rapat dengan Forkopimda
(Istimewa)

Sesuai data terakhir pada hari Senin 13 Juli 2020,  jumlah warga Kota Bitung yang positif Covid-19 sudah mencapai 103 orang, padahal dua minggu sebelumnya hanya 36 orang. Artinya  dalam rentang 14 hari  terdapat kenaikan 186 persen.

Sementar Jumlah warga Kota Bitung yang meninggal akibat Covid-19  juga meningkat dari 2 orang menjadi 6 orang. ada peningkatan 200 persen yang meninggal, menjadikan Case Fatality Rate atau angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bitung sebesar 6,06 persen dimana angka ini melampaui angka Nasional yang hanya 4,76 persen.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim Gugus Tugas Covid -19 Kota Bitung, menerapkan metoda penilaian wilayah Prevalensi Rate (PR). PR adalah angka kejadian suatu penyakit pada satu daerah pada kurun waktu tertentu. Dengan metoda PR, Tim Gugus Kota Bitung dapat mengkategorikan wilayah-wilayah menjadi Zona dengan tingkat kerawanan yang berbeda - beda yakni Zona Merah - Kuning - Biru dan Hijau yang akan mengindikasikan tingkat kerawanan penyebaran COVID-19 di setiap wilayah.

Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban saat menggelar rapat dengan Forkopimda
(Istimewa)

Wali Kota Lomban menyatakan ada 3  (tiga) kelurahan yang masuk Zona Merah dengan prevalensi lebih dari atau sama dengan 0,1 yaitu Kelurahan Pakadoodan, Kadoodan, Apela 2. Kategori kuning  ada 13 kelurahan prevalensi 0,05 hingga 0,09,  Kategori biru  ada 13 kelurahan dengan prevalensi 0,01 hingga 0,04 dan 40 kelurahan lainnya yang masih masuk Zona Hijau dimana belum ada pasien terkonfirmasi positif di kelurahan-keluarahan tersebut.

“Naiknya jumlah kasus positif di Kota Bitung selama ini memang akibat masih banyak warga yang tidak disiplin mengikuti Protokol Kesehatan, seperti tidak menggunakan masker, tidak sering mencuci tangan pakai sabun dan tidak menjaga jarak dalam segala aktivitas,” tegas Lomban.

Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban
(Istimewa)
Karenanya, lanjut Wali Kota, pihaknya  meminta kepada seluruh masyarakat Kota Bitung agar mematuhi Protokol Kesehatan, agar dapat meredam bertambahnya jumlah warga positif Corona ini,
"Patuhi Protap Kesehatan agar tidak mengancam keselamatan warga lain yang sudah berbulan-bulan susah payah patuh dan disiplin pada aturan Kesehatan," tutup Lomban.
(rdm/Ing)


Advertisement





 

Advertisement