Kapal Dinas Pemda Rusak, Hanyut, Ganggu Alur Pelayaran, "DKP Dinilai Sengaja Membiarkan Dan Cuek" - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kapal Dinas Pemda Rusak, Hanyut, Ganggu Alur Pelayaran, "DKP Dinilai Sengaja Membiarkan Dan Cuek"

Nampak (KM). Pulau Terluar milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sangihe yang hanyut (Foto: Sulut24/Johan) 

Sulut24.com - Sangihe, Perhatian dan kepedulian pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap "harta" milik pemerintah kembali jadi sorotan.

Hal ini mencuat ke publik saat Pemkab Sangihe dinilai tak lagi peduli dengan aset yang dimilikinya. Sebut saja keberadaan Kapal Motor (KM). Pulau Terluar milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sangihe  yang hingga kini rusak, hanyut dan belakangan mengganggu alur pelayaran kapal lainnya.

Kapal yang sering digunakan untuk kepentingan dinas ini terlihat hanya dibiarkan tambat begitu saja di pinggir pantai seputaran Boulevard Tidore.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, KM. Pulau Terluar mengalami kerusakan saat digunakan Bupati dan Wakil Bupati Sangihe tahun 2017 lalu saat melakukan kunjungan ke wilayah pulau - pulau perbatasan. Sayangnya, 3 tahun pasca kerusakan tersebut, tak pemah ada upaya atau tindakan untuk melakukan perbaikan.

Sorotan lain muncul ketika KM. Pulau Terluar mulai hanyut dari pinggiran Pantai Tidore ke arah tengah laut sesaat setelah diterjang angin dan gelombang sekitar 2 pekan lalu.

Pantauan Sulut24.com, dalam beberapa minggu terakhir, kapal tersebut kian hanyut kearah laut tepat di depan Pelabuhan Tahuna. Hal ini ikut dibenarkan sejumlah warga Tidore saat ditemui Selasa (28/10). "So dua minggu kapal hanyut karena tali pandara-nya putus dihantam gelombang. Tapi, Pemda terlihat "cuek bebek" tak mau peduli," sembur warga.

Dampaknya, kapal yang hanyut bisa mengganggu olah gerak kapal saat keluar masuk Pelabuhan Tahuna. "Kapal itu bisa mengancam keselamatan pelayaran. Bisa saja terjadi tabrakan kapal dan berakibat fatal," ucap warga lainnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sangihe, Ir Reintje Tamboto kepada media ini menyatakan, KM. Pulau Terluar akan segera dipindahkan ke tempat aman. Untuk kerusakan yang terjadi sejak 3 tahun lalu, kata Tamboto, sudah masuk dalam perencanaan DKP.

"Menunggu waktu yang tepat untuk mengamankan kapal itu ke dalam Jembatan Toti. Berkaitan dengan perbaikan kerusakan kapal, itu sudah ada dalam perencanaan," jelas Tamboto. 

Sementara itu, pihak Syahbandar Pelabuhan Tahuna melalui sumber yang layak dipercaya menegaskan, keberadaan kapal pemda yang hanyut tersebut telah berada di kawasan Kolam Pelabuhan dan mengganggu alur pelayaran kapal. Pihaknya juga telah mendesak DKP untuk segera memindahkan kapal tersebut. 

(Johan)