Tolak Penggantian Plt Kumtua, Warga Tompasobaru Duduki Kantor Bupati Minsel - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Tolak Penggantian Plt Kumtua, Warga Tompasobaru Duduki Kantor Bupati Minsel

Puluhan warga Tompasobaru dan Kumelembuai menyampaikan aspirasi penolakan penggantian Plt kumtua (foto: Sulut24/Simon)

Sulut24.com - Minsel, Puluhan warga asal Kecamatan Tompasobaru menduduki Kantor Bupati Minsel, Selasa (20/10/2020) sore. Massa berasal dari perwakilan sejumlah desa di Kecamatan Tompasobaru, diantaranya Desa Raratean, Torout, Kinalawiran, dan Pinaesaan.

Ada juga beberapa warga dari Desa Lolombulan Makasili-Kecamatan Kumelembuai. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait penggantian Plt kumtua di desa mereka.

Kedatangan mereka diterima oleh Asisten I Drs. Frangky Tangkere, Asisten III Drs. Evert Poluakan, Inspektur Kabupaten Minsel Adrie F. Keintjem SH, dan staf ahli Drs. Decky Tuwo.

Dalam menyampaikan aspirasinya, massa yang jumlahnya tidak sampai 100 orang ini menyatakan sikapnya yakni menolak penggantian pejabat Plt Kumtua di desa mereka. 

Mereka bersikeras bahwa pemerintahan di desa sampai saat ini masih dibawah kendali pejabat Plt kumtua yang lama.

Karena itu, dalam tuntutannya mereka meminta agar Pjs Bupati Minsel Drs. Meiki Marthen Onibala MSi membatalkan SK penunjukan pejabat Plt kumtua yang baru.

”Kami menolak keras penggantian Plt kumtua, karena kebijakan ini  melanggar aturan. Lagipula, kebijakan ini menimbulkan masalah baru yakni dualisme kepemimpinan di desa,” teriak mereka sembari menyatakan tetap menopang kepemimpinan Plt kumtua yang lama.

Aksi yang berlangsung aman dan terkendali ini, mendapat pengamanan ketat dari sejumlah petugas Polres Minsel dibawah pimpinan Kabag Ops Kompol Rahmad Lantemona. 

Pengamanan juga melibatkan personil TNI dan Sat Pol PP Pemkab Minsel.

Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa, Asisten I Drs. Frangky Tangkere menyatakan siap mengakomodir dan meneruskan aspirasi warga kepada Pjs Bupati Minsel.

”Semua aspirasi dan tuntutan saudara-saudara akan kami tampung dan teruskan kepada Pjs Bupati Minsel. Tak lupa kami ucapkan terima kasih karena telah menyalurkan aspirasi dengan cara damai dan tertib,” kata Tangkere.

Massa pun akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan kantor bupati. Beredar kabar, beberapa hari kedepan, akan turun pula massa dari Kecamatan lainnya. 

Mereka berencana menduduki Kantor Bupati Minsel dan ingin bertemu langsung dengan Pjs Bupati Minsel, Drs. Meiki Marthen Onibala MSi untuk menyampaikan aspirasi yang sama. 

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2020) lalu, aksi serupa juga dilakukan oleh sekelompok warga dari Desa Tumpaan Satu Kecamatan Tumpaan dan Desa Pinapalangkow-Kecamatan Suluun Tareran. 

Hanya saja, karena mereka bersikeras ingin bertemu langsung dengan Pjs. Bupati Minsel, sementara beliau sedang tidak berada di tempat, massa akhirnya meninggalkan kantor bupati. (Simon)