Bedah Buku ODSK, Ketum GMNI Rekomendasikan Pemprov Bongkar Oligarki Cengkeh di Sulut - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Bedah Buku ODSK, Ketum GMNI Rekomendasikan Pemprov Bongkar Oligarki Cengkeh di Sulut

Suasana diskusi bedah buku Moving Forward: Memahami Revolusi Mental dan Politics of Hope Dalam Kepemimpinan Aksi Nyata dan Tata Kelola Pemerintahan ODSK (Foto: Ist)

Sulut24.com - Manado, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino hadir dalam acara diskusi bedah buku Moving Forward: Memahami Revolusi Mental dan Politics of Hope Dalam Kepemimpinan Aksi Nyata dan Tata Kelola Pemerintahan ODSK di Grand Puri Hotel, Manado, Rabu (25/11/ 2020).

Diundang sebagai narasumber, Arjuna menyampaikan perlunya kepemimpinan ODSK membongkar oligarki perdagangan cengkeh yang selama ini merugikan petani cengkeh di Sulawesi Utara (Sulut).

"Yang perlu menjadi fokus dari kepemimpinan ODSK yaitu membongkar oligarki perdagangan cengkeh di Sulut. Oligarki inilah yang selama ini menindas petani," ucapnya.

 Ia pun memaparkan, sejarah Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang dipimpin langsung oleh Tommy Soeharto yang memonopoli perdagangan cengkeh dengan tujuan membeli cengkeh dengan harga yang sangat murah di petani sehingga petani dirugikan.

"Kawan-kawan jangan lupa pertanian cengkeh di Sulawesi Utara pernah dirusak oleh BPPC bentukan Orde Baru, yang bekerja seperti VOC, memonopoli cengkeh dan mengeksploitasi petani. Ini harus dilawan," lanjut Arjuna

Arjuna juga, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang berjuang menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPn) hasil pertanian yang dikenakan pemerintah pusat. PPn ini cukup membebani petani.

"Pemprov Sulut sudah mencoba berjuang menghapus PPn hasil pertanian yang notabene raw material dan menjadi tumpuan nasib jutaan petani di Minahasa. Kita dukung dan apresiasi", Ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum DPP GMNI berpesan agar mahasiswa bersikap kritis ditengah perhelatan pemilihan Kepala Daerah yang tangah berlangsung. Ketua Umum DPP GMNI berpesan jangan sampai rezim yang berkuasa ke depan di Sulut justru menjadi aktor yang terlibat mengeksploitasi petani cengkeh dimana cengkeh dalam sejarahnya menjadi primadona dan tumpuan nasib masyarakat di tanah Minahasa.

"Kita mahasiswa harus kritis. Jangan sampai rezim yang berkuasa di Sulut justru menjadi aktor utama yang mengeksploitasi petani cengkeh. Tugas mahasiswa melakukan advokasi dan penyadaran," tutup Arjuna. (Tim-Red)