Debat Paslon Pilkada Minsel, FDW-PYR Tampil Memukau dan Kuasai Materi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Debat Paslon Pilkada Minsel, FDW-PYR Tampil Memukau dan Kuasai Materi

KPU Minsel sukses menggelar debat calon bupati dan wakil bupati di Mercure Manado, Resort and Convention, Kamis (12/11/2020) (Foto:Sulut24/Ist)

Sulut24.com - Minsel, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sukses menggelar debat publik pertama pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, di Mercure Manado Tateli Resort and Convention, Kamis (12/11/2020).

Acara debat publik yang disiarkan langsung televisi nasional Kompas TV ini, berlangsung dalam penerapanprotokol kesehatan demi mencegah penularan covid-19.

Moderator yang memandu acara debat publik ini, yakni presenter cantik Liviana Cherlisa.

Adapun tema yang diangkat yakni Menyelaraskan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten dan Provinsi dengan Nasional. 

Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan serta Kebijakan Penanganan, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Masing-masing paslon baik nomor urut 1, dr. Michaela Elsiana Paruntu dan Ventje Tuela (MEP-VT), nomor urut 2 dari jalur perseorangan yakni Royke Sondakh SE dan Ir. Harits Andri Umboh MSi (ROSO-HARUM), nomor urut 3  Franky Donny Wongkar SH dan Pdt. Petra Yani Rembang MTh (FDW-PYR) tampil memukau dan penuh percaya diri.

Pada awal debat publik, setiap paslon diberi kesempatan oleh moderator untuk menyampaikan visi dan misi serta program unggulannya demi kemajuan Kabupaten Minsel lima tahun kedepan.

Secara keseluruhan, dalam debat tersebut paslon nomor urut 3, FDW-PYR tampil penuh percaya diri dan lebih mendominasi. Kedua calon pemimpin ini mampu menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan baik oleh moderator maupun dua paslon lainnya.

FDW-PYR juga tampil prima saat memaparkan program dan visi-misi dalam membangun Minsel lima tahun kedepan. Dengan visi dan misi serta 12 program unggulan yang benar-benar pro rakyat, diyakini akan mampu meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Minsel.

Selama debat berlangsung, FDW-PYR tampil memukau dengan jawaban-jawaban yang logis dan realistis berdasarkan data dan fakta yang mereka kantongi. Begitu pun saat mengajukan pertanyaan kepada paslon lainnya. 

Ketika mendapat pertanyaan dari moderator Liviana Cherlisa terkait konteks penegakan hukum, FDW-PYR mampu menjawab secara lugas didukung dengan fakta dan data yang akurat.

Untuk menepis imej hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah, moderator Liviana menanyakan kebijakan hukum apa yang ideal untuk membela rakyat miskin atau kecil bila mereka membutuhkan perlindungan hukum.

''Langkah konkrit apa yang akan dilakukan sesuai adat dan budaya masyarakat Minsel, terlebih di era pandemi COVID-19 atau new normal nanti,” tanya Liviana Cherlisa.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wongkar mengatakan, mengacu pada laporan BPS di Minsel ada 577 kasus yang terjadi selang tahun 2019 dan tersebar di berbagai kecamatan.

“Kami akan menegakkan hukum sesuai perundang-undangan dan aturan hukum yang berlaku dengan tidak memandang bulu. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan aparat hukum yang ada dan melakukan komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat,'' jawab Wongkar.

Hal senada dikemukakan Rembang. Dalam menegakkan hukum, kata Rembang, FDW-PYR tidak akan memandang bulu. 

''Kami tidak akan melihat teman atau saudara. Kami akan menegakkan hukum secara merata dan tanpa memandang bulu,'' timpal Rembang.

Ketika mendapat pertanyaan dari paslon MEP-VT dan ROSO-HARUM, Wongkar dan Rembang juga mampu menjawab dengan penuh percaya diri.

“Jika saya dan pak PYR dipercayakan masyarakat memimpin Minsel, kami akan menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, jujur, adil demi perubahan Minsel maju dan hebat,” tandas Wongkar dan Rembang.

Begitu juga saat paslon nomor urut 2, ROSO-HARUM mengajukan pertanyaan tentang kiat paslon FDW-PYR dalam mewujudkan Kabupaten Minsel yang lebih maju dan hebat.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Wongkar dengan lugas dan objektif dengan mengatakan, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik harus senantiasa berinovasi. 

''Untuk menciptakan pemerintahan good governance dan bermartabat, kita harus berani melakukan banyak inovasi. Selain itu, harus ada koordinasi yang baik dan harmonis antara eksekutif dan legislatif,'' pungkas Wongkar.

Ditambahkannya, dalam visi dan misi serta 12 program unggulan, FDW-PYR komit pada pelayanan publik yang transparan serta program pembangunan nyata dan tepat sasaran yang berpihak pada masyarakat kecil (pro rakyat).

Dalam closing statement-nya, Wongkar dan Rembang mengajak masyarakat Minsel untuk menyukseskan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang. 

''Untuk perubahan Minsel yang lebih maju dan hebat, ingat...ingat...ingat, jangan lupa pilih paslon nomor 3, FDW-PYR. Merdeka, merdeka, merdeka!,'' seru Wongkar dan Rembang. (Bryan/Simon)