Peserta Seleksi CPNS Terbaik Tak Dapat NIP, Warga Mengadu Hingga Ke Jokowi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Peserta Seleksi CPNS Terbaik Tak Dapat NIP, Warga Mengadu Hingga Ke Jokowi

Tangkapan layar hasil seleksi SKD CPNS Tahun 2019 (Foto: Ist)


Sulut24.com - Sangihe, Memprihatinkan, sepertinya kata itulah yang pas untuk menggambarkan persoalan nasib seorang putra daerah terbaik asal Sangihe yang hingga hari ini penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP)-nya tak kunjung didapatkan.

Patris Aldes Harindah (23), Wanita muda warga Kelurahan Mahena Kecamatan Tahuna yang berstatus sebagai Peserta Seleksi CPNS formasi tahun 2019 dengan hasil terbaik atau peringkat satu ini harus menelan pil pahit karena hak-nya untuk mendapatkan NIP belum terealisasi hingga hari ini.

Data yang dihimpun Sulut24.com menyebutkan, Patris yang bertarung di formasi Pranata Teknologi Informasi Komputer telah mengikuti semua tahapan seleksi sejak pendaftaran, pemenuhan kelengkapan berkas, test dan usul penetapan NIP. Sayangnya, saat semua peserta lainnya telah mendapatkan NIP, lulusan terbaik ini justru tak bisa menikmati hasil kerja kerasnya saat mengikuti seleksi yang secara otomatis juga tak bisa meraih status sebagai CPNS.

Keluarga dekat Patris menyayangkan hal ini bisa terjadi kepada anak kebanggaan keluarga dan daerah. "Sangat disayangkan perlakuan yang kami terima. Anak lulusan terbaik justru tidak bisa mendapatkan NIP-nya," kata Yespen Harindah, kakak kandung Patris.

Ditambahkan, dirinya akan terus memperjuangkan nasib adiknya dan mencari keadilan hingga ke Presiden. Yespen juga mengakui jika dirinya telah membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. 

"Mohon bantuan bapak Presiden terhadap masalah yang kami hadapi," tegas Yespen Harindah.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Sangihe, Steven Lawendatu SSTP membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Patris Aldes Harindah saat ini berstatus BTL (Berkas Tidak Lengkap). 

"Yang bersangkutan BTL. Ijazah yang dimasukan Diploma IV sedangkan yang diterima Diploma III," jelas Lawendatu singkat.

Ketika ditanya mengenai seleksi kelengkapan berkas awal yang meloloskan Patris sehingga terdaftar dalam peserta seleksi, Lawendatu sepertinya enggan menjelaskan. (Johan)


Advertisement





 

Advertisement