Humas Tulaka Sebut Rektor Katuuk Tidak Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Dan Ijazah Kabupaten Yapen - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Humas Tulaka Sebut Rektor Katuuk Tidak Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Dan Ijazah Kabupaten Yapen

Humas UNIMA Titof Tulaka (Foto: Ist)

Sulut24.com, TONDANO - Universitas Negeri Manado (UNIMA) saat ini  terus diderah sejumlah kasus , oleh ulah  oknum-oknum Pejabat UNIMA yang tidak bertanggung jawab.

Kasus ijazah dan dugaan korupsi Kabupaten Kepulauan Yapen belum selesai, kini muncul lagi kasus yang sama dugaan penipuan ijazah kepada 108 Mahasiswa Starata Dua (S2) Nabire.

Lebih parahnya lagi 108 Mahasiswa Strata Dua (S2) Nabire, yang kuliah di Universitas terbilang besar di wilayah nyiur melambai Sulut ini, sampai saat ini belum mendapatkan ijazah, padahal mereka melaksanakan perkualihaan sejak kepemimpinan  mantan Rektor UNIMA Prof. Philoteus Tuerah.

Saat dikonfirmasi media ini, Humas UNIMA Titof Tulaka mengatakan kasus dugaan korupsi dan penipuan ijazah di Papua ini melibatkan person to person pejabat UNIMA.

"Kita harus melihat kasus ini denga bijak, dimana secara lembaga  UNIMA memiliki ratusan dosen dan guru besar, jangan karena hanya ulah/perbuatan satu,dua orang, oknum pejabat, petinggi UNIMA,  lantas nama UNIMA jadi rusak," ujar Tulaka yang dikenal dekat dengan para kuli tinta ini.

Tulaka mengakui sampai saat ini pihak perguruan tinggi UNIMA belum mengeluarkan ijazah 108 Mahasiswa Strata Dua (S2) Nabire, karena administrasi/berkasnya tidak lengkap.

Selain itu 108 Mahasiswa S2 Nabire ini, setelah ditelusuri tidak terdaftar pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

Selain itu Titof Tulaka menjelaskan bahwa isu keterlibatan Rektor UNIMA Prof. DR. Deitje Katuuk dalam dugaan korupsi dan penipuan ijazah ratusan ASN di Kabupaten Kepulauan Yapen dalam Program Sarjana Keguruan dan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) merupakan isu yang keliru.  

Menurutnya Prof. DR. Deitje Katuuk hanya dipanggil sebagai saksi oleh Kejaksaan Negeri Serui. 

"Rektor Prof Katuuk tidak terlibat dalam kasus tersebut, beliau diperiksa oleh Kejari Serui hanya sebagai saksi dan tidak terlibat dalam kasus ini," tegas Titof. (Joyke)


Advertisement





 

Advertisement