Limbah Alfamart Karegesan Minut Dibuang Sembarangan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Limbah Alfamart Karegesan Minut Dibuang Sembarangan

 Gudang Alfamart Keregesan  (Foto: Ist)

Sulut24.com - Minut, Kunjungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut di gudang Alfamart Karegesan Minahasa Utara (Minut) menemukan banyak keganjilan.

DPRD Minut dalam hal ini Komisi II, melakukan kunjungan kerja (Kunker) melalui penyampaian aspirasi dari masyarakat sekitar gudang Alfamart yang berada di desa Karegesan kecamatan Kauditan kabupaten Minahasa Utara.

Dalam kunjungan tersebut personil Komisi II menemukan beberapa hal yang dianggap tidak beres diantaranya pembuangan limbah yang bermasalah (tidak ada penampungan), peruntukan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak jelas, serta permaslahan tenaga kerja dalam hal perekrutan tenaga kerja lokal.

Ketua Komisi II DPRD Minut Jimmy Mekel mengatakan hal-hal yang ditemukan di lapangan menjadi bahan untuk pihaknya memanggil manajemen gudang hadir dalam hearing yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini 

“Iya, jadi temuan-temuan yang kami dapat akan kami tindak lanjut dengan memanggil pengambil keputusan manajemen gudang Alfamart agar bisa menjelaskan secara terbuka, sebab banyak hal yang harus mereka jelaskan terutama permasalahan pembuangan limbah di gudang Alfamart ini,” tukas Mekel.

Kondisi di lapangan terlihat jelas, pembuangan air limbah kotoran dari kamar mandi masih mengalir di luar tempat pembuangan yang seharusnya, penampungan oli bekas juga dipertanyakan personil Komisi II dan Wakil Ketua DPRD Olivia Mantiri.

Sementara itu Danang Firmansya sebagai general service manager gudang Alfamart Karegesan, oli bekas sisa pemakaian dari genset (generator set) tersimpan dalam gudang yang enggan ditunjukan. 

“Oli bekas pemakaian mesin genset itu disimpan di gudang genset sebab belum ada vendor yang melakukan pengangkutan,” ujarnya.

Mengenai permasalahan pembuangan limbah kamar mandi yang belum terpasang, dirinya mengatakan jika hal tersebut menunggu projectdari pusat untuk water recycle 

“Untuk water recycle itu project dari pusat dan kita sementara menyambung hal itu, namun belum terkoneksi,” ujar dia.

Keganjilan lainnya yang ditemukan adalah belum terpasangnya alat pemadam kebakaran atau pemadam api (fire extinguisher) di lokasi perusahaan. (Joyke)