Menanti AA-RS 'Memperbaiki' Manado - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Menanti AA-RS 'Memperbaiki' Manado

 

(Dok/foto: Sulut United via barta1.com)



Catatan: Alfeyn Gilingan


Sulut24.com, OPINI - Periode kepemimpinan G. S. Vikcy Lumentut dan Moor Bastiaan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado hampir selesai. Tinggal beberapa waktu lagi. Lalu Manado punya pemimpin baru. Andrey Angouw [AA] dan Ricard Sualang [RS]. Sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2021-2024.

AA-RS sudah ditetapkan KPU Manado sebagai pemenang Pilwako Manado 2020 dalam rapat pleno rekapitulasi yang digelar Kamis (17/12/2020) lalu. Pasangan calon yang diusung PDIP dan Gerindra itu berhasil meraih 88.303 suara atau  36,7 persen dari total suara sah.

Memang gugatan PHPU Pilwako Manado 2020 yang masuk Mahkamah Konstitusi. Dilayangkan pasangan JPAR-Harley Mangindaan alias PAHAM. Beberapa hari lalu,  PAHAM sudah mengucapkan selanat menunggu.  Gugatan di MK mentah. Dari hasil pleno KPU, sejatinya AA-RS sebagai Walikota dan Wakil Walikota terpilih.

Jadi, pengusaha-politisi dan dokter-politisi itu dalam waktu yang tidak lama lagi akan dilantik. Selesai pelantikan, AA-RS mulai bekerja, hanya tiga tahun; memanggul tugas banyak dan berat. Ada 433 ribu sekian jiwa penduduk Manado menanti gebrakan dan kreasi AA-RS. 

Pasca kepemimpinan GSVL-MDB, AA-RS punya banyak pekerjaan rumah di Manado. Apalagi dengan situasi super sulit. Serangan pandemi Covid19 belum berhenti. Pasca banjir 16 dan 22 Januari 2021, separuh lebih dari 11 wilayah kecamatan jadi kolam berair cokelat tua. Warga laksana ikan, berenang di air keruh. Tidak sedikit fasilitas publik rusak. Rumah-rumah tenggelam dan rusak. Sampah berserakan di semua penjuru kota. 

Nah..., itu baru sebagian kecil "kerusakan" yang harus diperbaiki. Rakyat kehilangan pekerjaan dan usaha terhenti karena Covid19. Ekonomi sangat terpuruk. Setiap hari rakyat memanggul rasa khawatir. Takut. Sakit pun enggan datang berobat di rumah sakit.

Karya bangun fisik kota selama sepuluh tahun masa kepemimpinan GSVL-(HM)-MDB diterjang banjir.  Banyak yang rusak. Lebih banyak kelihatan ialah bekas-bekasnya. Apalagi yang hendak dibanggakan?

Jadi setelah dilantik, AA-RS bersama seluruh perangkat pembantu harus kerja keras. Kerja cepat. Kerja tepat. Membangun lagi. Memperbaiki situasi, membangun Manado secara fisik dan nonfisik. Memperbaiki kerusakan yang tampak dan yang terselip. Keadaan rapuh kota Manado yang tidak kelihatan.

Kerja perbaikan itu, kalau keliru perhitungan, tidak akan rampung hanya dalam waktu tiga tahun. Bagaimana menghindarkan 9 wilayah kecamatan dari genangan banjir bila hujan deras datang lagi, sungguh, suatu kerja yang berat. Dan bukan berarti 2 wilayah kecamatan lain tidak diterjang banjir tidak mengandung masalah. Malah masalah cukup bejubel. Itu tidak boleh diabaikan. Harus diperhatikan. Diselesaikan dengan solusi dan kerja nyata.

Sekali lagi, pekerjaan rumah AA-RS benar-benar menumpuk. Masalah-madalah fisik, yang memang kelihatan. Juga hal yang rapuh dan tidak kelihatan, wajib untuk diperbaiki. Ada yang dimulai dari awal. Ada pula diperbaiki dari bagian-bagian. Mudah-mudahan sejumlah kecil entitas yang tidak bermasalah, ke depan nantinya tidak bermasalah.

Intinya, AA-RS harus bekerja super cepat. Melakukan perbaikan pembangunan Kota Manado secara terukur dan harmoni dalam bingkai kesejahteraan masyarakat  yang berkeadilan sosial selama tiga tahun ke depan.

Apakah bisa? Mampu? Ah, pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Tetapi harus ada jawabannya. Sebab posisi Manado sangat penting. Manado masih jadi titik ukur bagi Sulawesi Utara. Melihat perubahan dan kemajuan Sulawesi Utara, masih tetap dilihat dari Manado. Betapa pun ada perubahan titik lihat dan tolok ukur oleh karena kabupaten/kota lain giat dinamis melakukan pemajuan seluruh sektor pembangunan, tetapi tetap saja Manado masih menjadi parameter kemajuan [atau sebaliknya kemunduran] Sulawesi Utara.

Bagaimana AA-RS dapat bekerja cepat dan penuh semangat? Dariik mana awal mula AA-RS melakukan perbaikan, membuat perubahan untuk kota Manado?

Belum tahu. Tetapi dari titik mana AA-RS memulai melakukan kerja besar bagi Manado, saya cukup punya gambaran. Titik awalnya pasti akan didasarkan visi-misi yang dipublis sepanjang tahapan kampanye waktu lalu. Tetapi tidak semudah yang kita bayangkan.

Ya, visi-misi AA-RS tidak mudah disesuaikan dengan program bangun kota yang sedang berjalan [diakhir masa kerja GSVL-MDB]. Giat bangun kota itu harus berlanjut. Harus dilanjutkan oleh AA-RS. Minimal hingga akhir 2021. Realisasinya ada payung hukum;  ada peraturan daerah. Lagi pula pembiayaannya tertata dalam APBD. Sungguh tidak bijak kalau melakukan kebijakan, geser-menggeser program dan apalagi anggaran atas dasar kekuasaan.

Saya, masyarakat biasa yang lahir dan menetap di Kota Manado, hendak mengajukan usul.  Usulan agar AA-RS memulainya dari Manado, bukan cerita tentang Manado, bukan kehendak dari luar Manado.

Ya, AA-RS mulailah dari titik ini: AA sebagai Walikota, RS sebagai Wakil Walikota. Berlakulah sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Tetapi keduanya sebagai pemimpin eksekutif, sekaligus pemimpin 433 ribu sekian rakyat Manado.

Ini tuntunan awal untuk memulai kerja yang berat itu. Soal program dan kerja membangun kota, sudah ada tuntunan. Setiap tahun ada APBD. Dibantu oleh puluhan kepala satuan kerja. Dijalankan oleh 7.700 sekian ASN. Ada legislatif dan judikatif sebagai partner kerja dalam membangun. Dan ada...rakyat yang sudah tentu akan mendukung.

Ekspektasi awal adalah mengeliminir masalah-masalah internal eksekutif. Transparan yang nyata dan benar-benar berbobot. Tidak seperti kata pepatah: lain di bibir, lain di hati. Transparan mulai dari atas sampai di tingkat paling bawah. Dari kiri ke kanan dan/atau sebaliknya. Dibarengi politicalwill yang kuat, ada Goodwill yang kokoh.

Dari ekspektasi tersebut, citra kepemimpinan AA-RS akan terjaga. Bahkan  kualitasnya akan semakin meningkat. Dukungan rakyat Manado dalam segenap realisasi program pembangunan dalam derap kepemimpinan AA-RS akan sehat, berlangsung baik.

Sebaliknya, jika AA-RS tidak mengeliminir masalah internal eksekutif maka di titik inilah mulai terjadi guncangan kepemimpinan. Kualitas dukungan 88.303 suara atau  36,7 persen dari total suara sah terhadap realisasi program kerja AA-RS akan goyah. Apalagi rakyat yang tidak memilih pasangan ini saat Pilwako, akan menyatakan pesimisme kental terhadap kepemimpinan AA-RS.

Perubahan macam apa kalau hal yang demikian terjadi? Ah, siapa tau sebaliknya, tiga tahun mendatang terjadi perbaikan yang banyak pada pembangunan di Manado. Semoga! (*/Penulis: PU Sulut24.com)