Berlangsung Aman dan Sukses, Bupati FDW dan Wabup PYR Pantau SMSI ke-80 GMIM - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Berlangsung Aman dan Sukses, Bupati FDW dan Wabup PYR Pantau SMSI ke-80 GMIM

 Bupati dan Wabup Minsel, FDW-PYR bersama Forkopimda memantau pelaksanaan SMSI ke-80 GMIM di Jemaat GMIM Efrata Uwuran II. (foto: sulut24/simon)

Sulut24.com, MINSEL - Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-80 GMIM Tahun 2021, mulai digelar serentak di 56 klaster se-Wilayah GMIM dengan pusat sidang di gereja GMIM Imanuel Leilem, Rayon Minahasa, pada Senin (29/03/2021). 

Sidang Istimewa ini, sesuai rencana, diikuti oleh 1.746 peserta dari 1.014 Jemaat dan 128 Wilayah se-GMIM, termasuk wilayah pelayanan GMIM di luar negeri. 

Ini merupakan sidang virtual pertama yang dilakukan dengan jumlah peserta yang cukup besar. 

Pelaksanaan kegiatan religius ini, sebenarnya telah diagendakan pada tahun 2020 lalu, tapi karena Pandemi Covid-19, sehingga mengalami penundaan dan baru bisa dilaksakan pada Maret 2021 ini. 

Salah satu agenda yang dibahas pada sidang istimewa ini, yakni Perubahan Tata Gereja GMIM Tahun 2016.

Khusus di Rayon Minahasa Selatan (Minsel) sendiri, iven akbar tersebut dilaksanakan di 8 klaster. Kedelapan klaster itu yakni klaster 1 terdiri dari Wilayah Tareran I dan Tareran II diikuti 34 peserta, pelaksanaan sidang dipusatkan di gereja GMIM Taar Era Rumoong Atas. Klaster 2 terdiri dari Wilayah Amurang I dan Amurang II diikuti 28 orang, sidang dipusatkan di GMIM Efrata Uwuran Dua.

 Bupati dan Wabup Minsel, FDW-PYR bersama Forkopimda memantau pelaksanaan SMSI ke-80 GMIM di Jemaat GMIM Setia Kudus Pondang. (foto: sulut24/simon)

Klaster 3 terdiri dari Wilayah Amurang III, Tumpaan dan Tatapaan Indah diikuti 42 orang, pelaksanaannya dipusatkan di gereja GMIM Setia Kudus Pondang. Klaster 4 terdiri dari Wilayah Amurang IV dan Kumelembuai diikuti 24 orang, sidang dipusatkan di gereja GMIM Kalvari Kapitu. 

Klaster 5 terdiri dari Wilayah Tenga dan Sinonsayang diikuti 42 orang, sidang dipusatkan di gereja GMIM Eben Haezer Tenga. Klaster 6 terdiri dari Wilayah Motoling, Motoling Lolombulan dan Motoling Timur diikuti 34 orang, sidang dipusatkan di gereja GMIM Eben Haezer Motoling. 

Klaster 7 terdiri dari Wilayah Ranoyapo dan Tompasobaru I diikuti 31 orang, sidang dipusatkan di gereja GMIM Kinalawiran Tompasobaru I. Klaster 8 terdiri dari Wilayah Tompasobaru II dan Modoinding diikuti 29 orang, pelaksanaan sidang dipusatkan di gereja GMIM Syalom Tompasobaru II.

Pelaksanaan SMSI ke-80 GMIM di Rayon Minsel ini, mendapat atensi dan dukungan penuh dari Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH (FDW) dan Wakil Bupati (Wabup) Pdt. Petra Yani Rembang, MTh (PYR). 

Di sela-sela agenda kerja yang cukup padat, kedua petinggi Minsel ini tak lupa meluangkan waktu untuk turun langsung memantau pelaksanaannya di dua lokasi sidang. 

Usai membuka kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Minsel Tahun 2022 di Hotel Sutanraja Amurang, Bupati FDW dan Wabup PYR yang turut dikawal Kapolres Minsel, AKBP S. Norman Sitindaon, SIK, Kepala Kejaksaan Negeri Minsel, I Wayan Eka Miartha, Sekretaris Daerah Denny Kaawoan, SE, MSi dan Asisten 1 Frangky Tangkere, SP, MSi langsung bergerak menuju lokasi pelaksanaan SMSI di gereja GMIM Setia Kudus Pondang, Wilayah Amurang III.

Kedatangan Bupati FDW dan Wabup PYR beserta rombongan disambut Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Setia Kudus Pondang yang juga Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Amurang Tiga, Pdt. Stien Rondonuwu, MTh.

Suasana sidang di gereja GMIM Efrata Uwuran II. (foto: sulut24/simon)

Setelah memastikan sidang berlangsung dengan aman, lancar serta mengikuti protokol kesehatan, Bupati FDW dan Wabup PYR bersama rombongan kemudian bergerak menuju lokasi sidang berikutnya, yakni di gereja GMIM Efrata Uwuran Dua, Wilayah Amurang I. 

Setibanya di gedung gereja tersebut, Bupati FDW dan Wabup PYR beserta rombongan disambut Ketua BPMW Amurang I, Pdt. Ramles Mangalehe, MTh. 

Kedua petinggi Minsel ini tampak puas dan merasa lega karena proses sidang di gereja itu juga berlangsung dengan aman, lancar serta mengikuti protokol kesehatan.

Ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan, Bupati FDW menegaskan, ia bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertanggung jawab untuk memantau langsung dan memastikan proses sidang berjalan dengan baik, lancar dan aman. 

Apalagi, peserta sidang ini adalah para pelayan khusus (pelsus), yakni pendeta, penatua dan syamas di lingkungan GMIM.

“Fungsi kami sebagai pemerintah yakni melakukan monitoring pelaksanaannya. Selaku pemerintah di daerah ini, kami bertanggung jawab untuk memastikan suksesnya kegiatan ini. Dan puji Tuhan, di dua lokasi sidang yang sudah kami kunjungi, semuanya berjalan dengan baik, aman dan lancar,” ujar top leader Minsel yang juga aktif dalam pelayanan rohani sebagai seorang penatua di Jemaat GMIM El Manibang, Wilayah Malalayang II, Kota Manado. 

Pada kesempatan itu, Bupati FDW tak lupa memberi apresiasi kepada segenap pihak, terlebih pihak keamanan yang telah mengamankan pelaksanaan SMSI ke-80 di Rayon Minsel. 

“Pihak keamanan, baik dari Polres Minsel, TNI, Sat Pol PP, maupun Panji Yosua, semuanya terlibat aktif mengamankan kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi berjalan dengan baik,” kunci mantan Wabup Minsel yang juga menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut selama 4 periode. (Simon)