Kadiv Humas Polri Jelaskan Kronologi Ledakan di Gereja Katedral Makassar - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kadiv Humas Polri Jelaskan Kronologi Ledakan di Gereja Katedral Makassar

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen. (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono  saat memberikan keterangan pers secara daring (Foto: via Humas Polri / Youtube.com)

Sulut24.com, MAKASAR - Pihak kepolisian kembali memberikan update terbaru terkait ledakan yang diduga bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. 

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen. (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono dalam konferensi pers pada Minggu (28/3/2021) menjelaskan kronologi terjadinya ledakan yang diduga bom tersebut. 

Menurut Argo, berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum ledakan, terlihat dua orang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis sepeda motor metik dengan plat nomor DD 5984 MD. 

“Pada awalnya memang pelaku yang diduga menggunakan roda dua ini, dia akan memasuki pintu gerbang dari Gereja Katedral yang kebetulan jam tersebut sudah selesai kegiatan misa,” kata Argo. 

“Jadi mungkin melihat banyak yang keluar dari Gereja, kedua orang yang mau masuk tadi dicegat oleh sekuriti dan kemudian terjadilah ledakan itu,” tambahnya. 

Argo menambahkan setelah kejadian, pihak kepolisian kemudian menemukan kendaraan yang sudah hancur dan beberapa porongan tubuh. Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri ini belum bisa memastikan apakah potongan tubuh tersebut marupakan bagian potongan tubuh satu orang atau dua orang. 

“Sedang kita cek, apakah potongan itu dari dua-duanya atau bagaimana,” tandas Argo. 
 
Terkait korban luka-luka, Argo menjelaskan bahwa ada tiga orang yang dirawat di rumah sakit Stella Maris Makasar dan rata-rata luka di bagian leher, dada, muka, tangan, kaki dan juga ada yang mengalami luka dibagian perut dan kepala. 

Lalu tujuh orang di rumah sakit Akademis Jaury Jusuf Putra Makasar, rata-rata mengalami luka dibagian  kaki, betis dan paha akibat terkena sepihan akibat ledakan tersebut.  

Kemudian, empat orang di rumah sakit Pelamonia, rata-rata mengalami luka akibat serpihan di bagian paha, betis dan kepala mata kaki dan juga ada pada bagian muka. 

“Jadi ada 14 Korban yang sekarang dalam perawatan dan ditangani oleh dokter, muda-mudahan segera bisa kembali untuk yang sakit-sakit ringan,” ucap Argo. 

Berkaitan dengan kepastian dugaan terorisme, Argo menyebutkan hal tersebut baru bisa dipastikan setelah adanya hasi olah TKP dari Densus 88 bersama pihak terkait. 

“Setelah kita mendapatkan hasil olah TKP, dan kita mengetahui sumber ledakan, nantinya kita akan mengetahui jaringan mana dan jaringan apa yang melakukan ini,” tuturnya. (Fn)