KMHDI Sulut Bakal Bawa Isu Nasional dan Daerah di Kongres KMHDI XII - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

KMHDI Sulut Bakal Bawa Isu Nasional dan Daerah di Kongres KMHDI XII



Sulut24.com, MANADO - Setelah sempat tertunda, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia akhirnya bakal menggelar Kongres Nasional (Mahasabha KMHDI XII) pada 18-23 Maret 2021 mendatang di Cisarua Bogor, Jawa Barat.     

Sekjend KMHDI I Made Sudana Yasa Menuturkan bahwa pada Kongres kali ini ada beberapa poin yang akan dibahas salah satunya yaitu rencana strategis jangka panjang, Menurut Sekjend KMHDI pada kongres tersebut juga akan ada pembahasan terkait AD/ART dan beberapa hal yang menyangkut dengan internal KMHDI serta isu-isu daerah dan nasional.     

“Secara umum poin-poin yang akan dibahas diantaranya penilaian laporan pertanggung jawaban pengurus sebelumnya, lalu ada rumusan garis besar haluan organisasi, pembahasan AD/ART, mekanisme pemilihan ketua presidium, lalu ada mekanisme terkait dengan tata kerja kepengurusan pimpinan pusat,” ucapnya, saat diwawancarai melalui sambungan handphone Jumat (5/3/2021).     

Sementara itu Ketua KMHDI Sulawesi Utara I Gede Narasima menuturkan bahwa nantinya delegasi dari Sulawesi juga akan membawa isu-isu penting di Kongres Nasional seperti isu rasis yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan masyarakat.       

“Sudah ada kajian-kajian yang dibuat, isu yang akan dibawa itu adalah isu yang lebih mendekat ke umat Hindu yang ada di Kota Manado, selain itu mengangkat tentang rasis,” jelas Narasima, Rabu (10/3/2021).     

Terkait arah dukungan, Narasima belum bisa menyebutkan kepada calon mana dukungan KMHDI Sulawesi Utara akan diberikan, namun menurutnya dukungan kemungkinan akan diberikan kepada calon yang berasal dari regional Sulawesi.     

“Melihat keadaan sekarang, belum bisa menebak-nebak,” tuturnya kepada media ini.     

Narasima pun berharap Mahasabha KMHDI XII dapat melahirkan pemimpin terbaik yang dapat membawa KMHDI lebih eksis di antara organisasi kepemudaan Indonesia.    

“Semoga akan ada generasi baru yang akan memimpin KMHDI menjadi lebih baik, dari sistem kaderisasinya, pembimbingannya itu makin baik, sehingga KMHDI lebih meningkatkan eksistensinya di antara organisasi kepemudaan,” pungkasnya. (Fn)