KMHDI Sulut Kecam Teror Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

KMHDI Sulut Kecam Teror Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

Ketua PD KMHDI Sulut I Gede Narasima (Foto: Dok Pribadi)

Sulut24.com, MANADO - Teror bom bunuh diri kembali mengejutkan masyaratkan Indonesia. Kali ini terjadi di area Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021). 

Aksi bom bunuh diri tersebut kemudian mendapat kecaman dari berbagai pihak, diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi mahasiswa. 

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sulawesi Utara menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang turut mengecam aksi teror bom bunuh diri tersebut.

Ketua Pengurus Daerah (PD) KMHDI Sulawesi Utara I Gede Narasima menyebutkan aksi bom bunuh diri tersebut membuat keresahan, ketakutan serta mengganggu kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar membuat keresahan di kalangan masyarakat dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta ini merupakan tindakan provokasi agar bisa memecah belah hubungan beragama dan bernegara masyarakat indonesia," ujar I Gede Narasima kepada media ini, Selasa (30/3/2021). 

PD KMHDI Sulawesi Utara pun mendorong pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kejadian bom bunuh diri agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

"Pihak berwajib agar segera mengusut tuntas kejadian seperti ini sampai ke akar-akarnya agar memberikan rasa aman dan tidak kembali terjadi insiden-insiden seperti ini di negara kita," ucapnya.

Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara juga menyampaikan rasa prihatinnya kepada seluruh korban, Narasima berharap seluruh korban, baik jemaat maupun sekuriti Gereja agar secepatnya pulih dan kembali menjalankan aktifitas sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar sama-sama menjaga solidaritas di tengah masyarakat. 

"Kami turut prihatin kepada seluruh korban atas insiden ini. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga solidaritas dan mendukung penuh upaya melawan tindakan-tindakan yang menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat," tutup Narasima. (Fn)