Parkir Mobil di Depan Rumah Korban RFT, Lelaki BR Ternyata Hanya Kurir - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Parkir Mobil di Depan Rumah Korban RFT, Lelaki BR Ternyata Hanya Kurir

Rumah almarhum RFT alias Rudi, hingga kini masih diberi garis polisi. (foto: sulut24.com/simon)

Sulut24.com, MINSEL – Heboh rekaman CCTV yang dikantongi pemilik Rumah Makan (RM) Artomoro, yang lokasinya berdekatan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus gantung diri di Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel) langsung direspon cepat oleh petugas penyidik Polres Minsel.

Betapa tidak, hasil rekaman CCTV milik Mas Anang (35) itu sempat jadi perbincangan hangat di kalangan warga Tumpaan dan segelintir wartawan Biro Minsel.

Rekaman memperlihatkan sejumlah orang tak dikenal yang sempat memasuki pekarangan depan rumah korban RFT, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minsel, yang kemudian ditemukan tewas tergantung. 

Yang paling menghebohkan yakni rekaman yang memperlihatkan adanya sebuah mobil berwana merah yang tengah parkir di tepi ruas jalan, tepat di depan rumah almarhum Rudi, di Desa Tumpaan Jaga II, Kecamatan Tumpaan, pada hari naas itu, Selasa (16/3/2021).  

Awalnya mobil tersebut sedang melaju dari arah Amurang menuju Tumpaan. 

Saat melintasi ruas jalan di depan rumah korban, pengemudinya lalu melakukan putar balik arah menuju ke Amurang. 

Tak lama kemudian mobil itu berhenti di tepi jalan, tepat di depan rumah korban. Tapi sang sopir tidak langsung turun.

Berselang tiga menit kemudian, baru terlihat pengemudinya sedang mengatur kembali posisi parkir mobilnya lebih merapat lagi ke pinggiran jalan. 

Tak lama kemudian, sopir lelaki itu terlihat turun sendirian dari mobil dan bergegas memasuki halaman depan rumah korban. Jam di CCTV saat itu menunjukkan pukul 12.30 WITA.

Tidak diketahui pasti apa yang ia lakukan selanjutnya, karena CCTV hanya bisa menjangkau dan merekam suasana ruas jalan dan pelataran parkir depan rumah korban. 

Sekitar pukul 13.09 sesuai waktu di rekaman CCTV atau berselang 39 menit kemudian, tampak oknum lelaki bertubuh tinggi kurus, mengenakan kaos berwarna hitam bercorak putih, celana pendek serta memakai topi itu terburu-buru keluar dari rumah korban.

Setelah menerima informasi dari kalangan wartawan mengenai rekaman CCTV tersebut, Kapolres Minsel AKBP Norman Sitindaon SIK langsung memerintahkan petugas penyidik Sat Reskrim untuk segera menemui pemilik RM Artomoro dan mengambil rekaman tersebut.

Saat ditemui dan dimintai keterangan oleh petugas, pemilik RM Artomoro bahkan tak segan-segan menyerahkan komputer miliknya yang menyimpan hasil rekaman CCTV tersebut.

Apakah pengemudi mobil merah itu ada kaitannya dengan kematian korban Rudi? Dan apakah identitas yang bersangkutan telah dikantongi polisi?

“Kami sudah mengantongi dan mengamati dengan seksama rekaman CCTV itu. Identitas pengemudi mobil merah itu pun sudah kami kantongi. Yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,’’ kata Kapolres Minsel, AKBP Norman Sitindaon, SIK melalui Kepala Unit (Kanit) 3 Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Bripka  Billy Lumowa Ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/3/2021).

Lantas bagaimana hasil pemeriksaannya?

Kepada penyidik, sopir yang belakangan diketahui berinisial BR ternyata adalah warga desa setempat.

Sehari-harinya ia berprofesi sebagai kurir pengantar barang belanjaan online dan mengaku tidak tahu apa yang terjadi saat itu.

"Menurut pengakuan BR, pada hari itu dia hanya melintas di pekarangan rumah korban untuk mengantar kiriman kepada seorang pelanggan bernama Iin. Kebetulan lokasi rumah Iin tepat di belakang rumah almarhum Rudi,” ungkap Lumowa.

Masih menurut pengakuan BR, barang yang diantar adalah spare part rokok elektrik Vape dan dia membawanya melalui lorong jalan kecil yang berada di samping rumah almarhum Rudi.

“Untuk memastikan kebenaran pengakuan BR itu, petugas sudah bertanya langsung pada Iin dan dia membenarkan hal itu. Iin juga mengaku kalau dialah yang mengarahkan agar BR membawa pesanannya lewat jalan kecil yang ada di samping rumah almarhum Rudi,” tambah Lumowa.

Pada kesempatan terpisah, pihak keluarga almarhum Rudi saat ditemui wartawan mengaku mengenal dekat BR dan percaya dengan pengakuannya itu.

“Saya memang sempat bertemu BR kemarin. Dia mengaku  kalau dirinya yang mengemudikan mobil merah itu dan parkir di depan rumah. Tapi  dia hanya mengantar barang pesanan pelanggan. Saya juga kenal dekat dengan Iin,” kata Jimmy Tumiwa, kakak almarhum Rudi. 

Mantan Camat Tumpaan ini berharap polisi dapat mengungkap penyebab pasti kematian adik kandungnya itu.

Menurutya, dia bersama keluarga besar almarhum tidak bisa hidup dengan tenang selama misteri kematian almarhum Rudi belum tersingkap. 

“Sampai saat ini, kami tidak percaya sepenuhnya kalau almarhum meninggal karena bunuh diri. Sebab, banyak kejanggalan yang kami dapati. Dan tidak ada tanda-tanda orang mati akibat gantung diri sebagaimana lazimnya,” keluh Jimmy. (Simon)