Tunggu Hasil Otopsi, Kematian Kepala BPBD Minsel Masih Misteri - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Tunggu Hasil Otopsi, Kematian Kepala BPBD Minsel Masih Misteri

Almarhum Rudi F. Tumiwa, ST, MM semasa hidupnya. (foto: Ist)


Sulut24.com, MINSEL - Motif dan penyebab kematian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rudi F. Tumiwa, ST, MM, hingga kini masih misteri. 

Bahkan, masih ada sebagian warga Desa Tumpaan yang meragukan kematiannya murni akibat gantung diri.

Pasalnya, menurut beberapa warga yang mengaku sempat menyaksikan langsung kondisi jenazah korban, mereka menemukan sejumlah kejanggalan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ciri-ciri kematian orang akibat gantung diri, menurut mereka, tidak nampak pada jenazah korban Rudi.

"Setahu kami, ciri-ciri orang yang mati akibat gantung diri seperti lidah menjulur keluar dan kaki tidak menyentuh lantai, tapi tergantung di atas lantai. Kondisi jenazah Pak Rudi tidak seperti itu," ungkap sejumlah warga Desa Tumpaan yang enggan disebutkan namanya.

Menurut mereka, kaki korban masih menyentuh lantai dan lidahnya pun tidak menjulur keluar. 

Tali yang melilit leher korban juga tidak sepenuhnya menjerat erat batang leher dan tenggorokan. 

"Tinggi tiang palang pintu untuk mengikat tali yang menjerat leher korban hanya berkisar 2 meter, sehingga tubuh korban tidak tergantung sepenuhnya, dan kakinya masih menyentuh lantai," beber mereka.

Keganjilan lainnya, yakni adanya genangan darah segar di lantai di bawah kaki korban, selain darah segar yang keluar dari hidung korban. 

"Bagian wajahnya berwarna merah agak kebiru-biruan. Darah segar yang keluar dari hidung dan genangan darah segar di lantai di bawah kaki korban, kemungkinan besar karena pecahnya pembuluh darah korban," duga mereka.

Hanya saja, mereka mengaku sempat sekilas melihat adanya bekas cairan sperma di celana panjang korban.

"Sepertinya ada bekas cairan sperma di celana korban. Tapi kami tidak bisa pastikan itu, karena kondisi ruangan agak gelap," kata mereka. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, masyarakat Tumpaan Raya dibuat gempar dengan kematian Rudi, di rumah milik keluarga Tumiwa-Rompas, di Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan, Selasa (16/3/2021) malam.

Jenazah mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Minsel ini, ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Gledys Palit.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan leher terikat tali tambang di depan pintu masuk kamar depan.

Jimmy Tumiwa, kakak almarhum, mengaku sudah keluar rumah dan pergi ke pantai sejak pukul 07.30 WITA. 

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dinas dengan posisi tergantung dengan seutas tali tambang melilit di leher. 

Sedangkan di lantai berhamburan darah segar di bawah kaki korban, diduga keluar dari hidung korban.

Adakah indikasi tindak pidana di balik kematian korban Rudi?

Kasus ini hingga kini masih didalami penyidik Polres Minsel. Untuk memastikan penyebab kematiannya,  jenazah korban sudah diotopsi.

Namun hasil otopsi dari laboratorium forensik di Makassar hingga Rabu (17/3/2021) sore belum dikantongi petugas penyidik.

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di ruang kerjanya.

"Pak Kasat sedang mengikuti kegiatan di Polda Sulut," kata  petugas setempat sembari membenarkan hasil otopsi masih dalam proses pemeriksaan laboratorium forensik di Makassar. (Simon)