Hanyut di Perairan Tagulandang, Penjaga Rakit Asal Tumumpa Ditemukan Nelayan Desa Pahiama - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Hanyut di Perairan Tagulandang, Penjaga Rakit Asal Tumumpa Ditemukan Nelayan Desa Pahiama

Kepala Puskesmas Tagulandang dr. Faisal Budiman Edah saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Ismail. A (Foto: Ist)

Sulut24.com, SITARO - Seorang penjaga rakit asal Kota Manado yang hanyut akibat terkena angin kencang dan gelombang besar, ditemukan di perairan Tagulandang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). 

Penjaga rakit yang diketahui bernama Ismail. A (L) (58) itu ditemukan oleh salah seorang nelayan Desa Pahiama, Kecamatan Tagulandang pada Senin (19/4/2021) sekitar pukul 10:00 Wita. Setelah ditemukan, korban yang berada diatas rakit dengan posisi terbalik itu langsung dievakuasi ke rumah nelayan tersebut. 

Setelah sampai di rumah, Ismail yang diketahui beralamat di Tumumpa 3 Kecamatan Tuminting, Kota Manado ini langsung mendapatkan penanganan medis untuk memastikan kondisi kesehatannya. 

Kepala Puskesmas Tagulandang dr. Faisal Budiman Edah yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Ismail menuturkan bahwa secara umum kondisi kesehatan penjaga rakit tersebut dalam keadaan baik. 

"Hasil pemeriksaan, keadaan umum baik, agak lemas sedikit, tekanan darah normal, tidak ada keluhan pusing atau sakit kepala hanya agak lemas sedikit, karena kurang lebih empat hari tidak makan dan minum," jelas dr. Faisal. 

Menurutnya, usai pemeriksaan kesehatan bagian dalam, pihaknya melanjutkan pemeriksaan bagian tubuh penjaga rakit itu, Ia menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bekas goresan di beberapa bagian tubuh penjaga rakit itu.

Camat Tagulandang Norbert A. Sakendatu dan Kapitalau Kampung Pahiama Herdi Manoppo bersama penjaga rakit  Ismail. A (Foto: Ist) 

"Pemeriksaan lanjut dibagian tubuh, di jari-jari tangan, kemudian di kaki, sampai dibagian belakang, ada luka-luka goresan karena pengaruh berpegangan di badan rakit. Berdasarkan penuturan korban, ombak sekitar tiga sampai empat meter, jadi rakitnya terbalik secara perlahan, dan saat rakitnya mulai terbalik, korban juga berusaha bergerak mengikuti bagian rakit yang tidak terbalik," jelasnya. 

dr. Faisal juga mengatakan bahwa Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro juga telah menginstruksikan semua pihak terkait untuk memperhatikan kesehatan dan kebutuhan korban.

Rencananya korban Ismail akan dipulangkan ke Kota Manado pada Selasa (20/4) dengan menggunakan kapal cepat KM. Majestic Kawanua. (Fn)