Hendak Dipakai Balap Liar, Polres Minsel Amankan 8 Motor Knalpot Bising - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Hendak Dipakai Balap Liar, Polres Minsel Amankan 8 Motor Knalpot Bising

 Barang bukti 8 unit motor knalpot bising yang berhasil diamankan petugas. (foto: Ist)

Sulut24.com, MINSEL - Personel gabungan piket Polres Minahasa Selatan melaksanakan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) di Jalan Trans Sulawesi, pusat Kota Amurang dan Tumpaan, Rabu malam (21/04/2021).

KRYD yang dipimpin piket Perwira Pengawas (Pawas) Iptu Robby Tangkere, melibatkan puluhan personel gabungan satuan, fungsi serta anggota Polsek Tumpaan. 

Sasaran KRYD kali ini yakni minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), narkoba, premanisme, kendaraan knalpot bising, balap liar serta pendisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes).

Pada pelaksanaan KRYD ini, personel gabungan Polres Minsel merespon cepat informasi masyarakat tentang adanya aksi balap liar di ruas Jalan Trans Sulawesi Tumpaan–Matani. 

Petugas pun langsung bergerak menuju lokasi yang diduga akan dijadikan arena balap liar. 

Saat melintas di area SPBU Tumpaan, terpantau belasan anak muda bersama sepeda motor yang bersiap melakukan balap liar. 

"Saat kami dekati, mereka langsung melarikan diri. Akibatnya, sebagian sepeda motor tertinggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkap Iptu Robby Tangkere.

Polisi pun langsung mengamankan sepeda motor berbagai merk yang tertinggal dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Polres Minsel untuk proses identifikasi dan penilangan. 

“Total ada 8 (delapan) unit sepeda motor menggunakan knalpot bising yang berhasil kami amankan. Sepeda motor tersebut diduga kuat akan dipakai untuk aksi balap liar,” tutur Iptu Tangkere.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK yang ditemui di ruang kerjanya pada Kamis siang (22/04/2021) menyayangkan masih adanya perilaku tidak terpuji, bahkan membahayakan keselamatan dan merusak masa depan para generasi muda ini.

Ditegaskannya, aksi balap liar selain meresahkan masyarakat, juga mengganggu ketertiban umum. 

"Anak-anak muda tidak menyadari bahwa balap liar dapat merusak masa depan, bahkan mengancam keselamatan jiwa raga. Resikonya luka berat, bahkan kematian," ujar Kapolres Norman.

Karena itu, Kapolres Norman meminta perhatian dan kerja sama dari para orang tua, pemerintah desa/kelurahan, dan tokoh agama.

"Mari kita sama-sama mendidik anak-anak agar tidak terjerumus pada aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga," imbau Perwira Menengah (Pamen) Polri yang akrab dengan kalangan Pers ini. (Simon)