Lanal Melonguane Dan BPBD Talaud Evakuasi Tiga Nelayan Asal Beo - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Lanal Melonguane Dan BPBD Talaud Evakuasi Tiga Nelayan Asal Beo

Tiga nelayan asal Beo bersama anggota Lanal Melonguane usai proses evakuasi (Foto: Ist)

Sulut24.com, TALAUD - Lanal Melonguane melakukan evakuasi terhadap tiga nelayan asal Desa Beo yang yang terjebak diatas rompon, Selasa (20/4/2021).

Evakuasi tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait situasi dan keberadaan ketiga nelayan tersebut. 

Sebelum melakukan evakuasi, Lanal Melonguane yang dipimpin oleh Letkol Marinir Adi Sucipto terlebih dahulu melakukan analisa laporan, merencanakan kegiatan, menyiapkan personel, peralatan (SAR, evakuasi dan medis) serta menyiapkan alutsista untuk melaksanakan kegiatan SAR dan evakuasi. 

Setelah perencanaan dan persiapan matang, tim evakuasi gabungan terdiri dari Tim SFQR Lanal Melonguane dan BPBD Talaud yang dipimpin oleh Danlanal Letkol Marinir Adi Sucipto langsung melaukan proses evakuasi tiga nelayan yang diketahui berasal dari Kecamatan Beo itu dengan menggunakan searider. 

Setelah ketiga nelayan yang bernama Christianto Towoliu (L) (28) , Nofery Humena (L) (33) dan Alfian Alelo (L) (38) tersebut berhasil dievakuasi ke atas searider, anggota kesehatan Lanal Melonguane langsung melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada ketiga nelayan itu. Selain pemeriksaan kesehatan, ketiga nelayan tersebut juga langsung diberikan minuman dan makanan guna membantu memulihkan kondisi mereka yang diketahui sudah beberapa berada ditengah laut dengan kondis logistik yang sangat minim.

Setelah dievakuasi, ketiga nelayan tersebut kemudian diserahkan ke Posal Talaud Lanal Melonguane yang berada dekat dengan rumah mereka untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. 

Danlanal Melonguane Letkol Marinir Adi Sucipto menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan SAR dan evakuasi terhadap ketiga nelayan tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat, lancar dan aman.

Sucipto mengatakan kalau sejak awal Siklon Tropis Surigae terbentuk, Ia sudah sering memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada.

"Terkait bagaimana situasi dan kondisi di laut khususnya di wilayah perbatasan ini, sejak awal Siklon Tropis Surigae terbentuk, saya hampir setiap hari mengingatkan dan memberikan imbauan, salah satunya melalui status WA pribadi saya. Tujuannya adalah agar masyarakat luas dapat mewaspadai kondisi alam yang sedang mengalami cuaca cukup ekstrem guna keamanan dan keselamatan," ujarnya.

Sementara itu  Christianto, salah seorang nelayan menyampaikan rasa syukurnya sambil menceritakan pengalamannya selama terombang ambing ditengah laut.  

"Puji Tuhan torang boleh selamat. Tu ombak dapat tako. Depe tinggi kurang lebih enam sampe tujuh meter. Sampe rumpon ta rusak karena tu badai. Makasih banyak kepada Danlanal Melonguane dan tim serta pihak terkait yang so tolong pa torang tiga," tutur Christianto. (Fn)