Mampu Merawat Kemajemukan, Senator SBANL Apresiasi Komunitas Agama - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Mampu Merawat Kemajemukan, Senator SBANL Apresiasi Komunitas Agama

Anggota DPD RI/MPR RI dari Dapil Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP (SBANL). (foto: Ist)

Sulut24.com, MINSEL - Pasca terorisme bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar dan teror di Mabes Polri, berbagai komunitas agama/golongan di daerah ini, tidak terkecuali Panji Yosua Pria/Kaum Bapa GMIM dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nadhatul Ulama (NU), turut melakukan penjagaan bersama pemerintah dan aparat keamanan. 

Terlebih di saat umat Kristiani sedang menggelar ibadah Jumat Agung dan merayakan Paskah.

Hal ini mendapat atensi dan apresiasi dari anggota DPD RI/MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP (SBANL).

"Saya memberi apresiasi kepada berbagai komunitas masyarakat, yang secara spontanitas dan kesadaran mandiri bersama-sama mendukung pemerintah, aparat TNI/Polri dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)," kata SBANL.

Menurut senator asal Amurang, Minahasa Selatan ini, keterlibatan aktif Panji Yosua P/KB GMIM dan GP Ansor NU adalah perwujudan iman disertai rasa tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam merawat kemajemukan dan kebhinekaan.

Ketua Komisi Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM periode 2014-2018 ini juga menyatakan salut dan bangga, karena masyarakat tetap mampu merawat kemajemukan dan kebhinekaan yang ada.

"Saya salut dan bangga karena dalam bingkai kebersamaan, segenap elemen masyarakat menjunjung nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan, dan kedamaian dalam wadah NKRI," ujar senator yang akrab disapa Stefa ini.

Pada kesempatan itu, penggagas utama dan pendiri Panji Yosua P/KB GMIM ini mengajak segenap komponen masyarakat bersatu melawan paham radikalisme dan terorisme, ditengah pergumulan Pandemi Covid-19. 

"Kita harus bersatu dan berani menyatakan, bahwa tidak ada tempat bagi aksi terorisme di negeri yang kita cintai ini," tegas SBANL. (Simon)