Sangian Kandidat Terkuat Pimpin PGRI Sulut - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Sangian Kandidat Terkuat Pimpin PGRI Sulut

Fery Roby Jones Sangian, SSos, MAP. (foto: Ist)

Sulut24.com, MINSEL – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB), pada 10-11 April 2021 mendatang.

Hajatan tersebut akan digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut, dan akan diikuti oleh perwakilan PGRI di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut. 

Pada hajatan akbar ini, masing-masing perwakilan PGRI akan menentukan suara untuk memilih figur yang akan memimpin organisasi profesi guru tertua di negeri ini.

Sejumlah nama mulai mencuat untuk menggantikan posisi Jantje Wowiling Sajow (JWS) sebagai Ketua Umum PGRI Sulut. 

Dari sejumlah nama yang lagi ramai digadang, sosok Fery Roby Jones Sangian, SSos, MAP disebut sebagai kandidat terkuat memimpin PGRI Sulut. Apalagi, Sangian mengemban visi "Membangun Pendidikan dengan Hati". 

Dari informasi yang berhasil dirangkum wartawan, Sangian dikabarkan telah mengantongi dukungan dari hampir 10 kepala dan wakil kepala daerah di Sulut. 

Selain itu, ia dikabarkan pula mendapat dukungan dari kalangan pengurus PGRI Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kota Tomohon, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Dukungan juga datang dari pengurus PGRI Kota Manado, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kabupaten Sangihe, Kabupaten Sitaro, dan Kabupaten Talaud.

"Sejauh ini nama Pak Sangian memang yang paling kuat. Pasalnya,  dia sudah mendapatkan dukungan dari beberapa kepala daerah termasuk Bupati Mitra, Minsel dan kepala daerah lainnya,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya. 

Selain mendapat dukungan dari sejumlah kepala daerah, masih menurut sumber yang layak dipercaya ini, Sangian juga mendapat restu dari Gubernur Olly Dondokambey, SE.

Untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PGRI Provinsi Sulut, sebagai ASN di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Sangian harus minta ijin terlebih dahulu sekaligus mohon restu dari atasan.

"Informasi terakhir yang kami peroleh, Pak Sangian sudah minta ijin secara lisan kepada Gubernur Olly dan sudah mendapat restu," ungkap sumber tersebut.

Figur Sangian memang sangat familiar dengan kaum "Umar Bakri" di Sulut. Lelaki asal Pakuure, Minahasa Selatan (Minsel) ini banyak membela kepentingan para tenaga pengajar di Sulut yang berjumlah kurang lebih 40.000 orang mulai dari jenjang  TK, SD, SLB, SMP, hingga SMA dan SMK. 

Birokrat senior ini cukup lama menggeluti dunia pendidikan. Kiprahnya di lingkup pendidikan Sulut, tak perlu diragukan lagi. 

Aktivis Aliansi Guru Sulut ini pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Antara lain Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut.

Kemudian, Kabid Pendidikan Dasar dan Pendidikan Luar Biasa (Dikdas-PLB) Diknas Sulut, Kabid Kerjasama Biro Protokol Pemprov Sulut, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut, Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, dan kini menjabat Staf Gubernur Sulut Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan.

Fery Sangian bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE saat masih menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut. (foto: Ist)

Selain itu, alumni STISIPOL Merdeka Manado Jurusan Sosiologi ini juga pernah menjadi tenaga pengajar  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru Inti Sulut dan Program Peningkatan Mutu Guru TK, Ketua Tim Penyusun Bank Soal Jenjang Pendidikan SD, SMP, dan SMA, Ketua Tim Penguji Guru Prestasi Sulut, serta Tim Penyusun Soal Ujian Paket A, B, C tingkat Nasional.

Pada kesempatan terpisah, Sangian saat dihubungi wartawan mengaku belum mendapatkan informasi terkait dukungan kepala daerah tersebut. 

Mantan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa sebelum pemekaran ini, juga enggan memberikan banyak komentar. 

"Soal dukungan dari beberapa kepala daerah, saya memang berteman baik dengan mereka karena hubungan kerja. Tapi, saya ikuti saja bagaimana perkembangan organisasi PGRI," ujarnya singkat. (Simon)