Dugaan Kasus Dandes Mencuat, Opla Dalako Bembanehe "Kabur" - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Dugaan Kasus Dandes Mencuat, Opla Dalako Bembanehe "Kabur"

Penampakan Proyek Balai Rakyat yang belum selesai (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Puluhan warga Kampung Dalako Bembanehe Kecamatan Tatoareng ramai mengeluhkan sikap dan kinerja Kapitalaung (Opo Lao, red) dalam hal pengelolaan Dana Desa (Dandes) bererapa tahun terakhir.

Dugaan kasus Dandes Kampung Dalako Bembanehe mencuat saat warga mulai mempertanyakan proyek pembangunan Balai Rakyat yang terhenti pekerjaannya tahun 2020 lalu.

Pantauan media ini, terlihat bangunan Balai Rakyat yang "tabiar" sejak tahun 2020, volume pekerjaannya diperkirakan tak sampai 50%. Proyek Fisik ratusan juta rupiah ini terlihat hanya dikerjakan pada bagian pondasi, tiang - tiang dan pengecoran pelat beton dibagian atas.

Kepada Sulut24.com, warga Dalako Bembanehe yang ditemui diseputaran lokasi proyek menyatakan, pembangunan Balai Rakyat Tahap I yang tertata dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) tahun 2019 senilai Rp. 377.500.000,- tak selesai dikerjakan. 

"Entah apa kendalanya sampai proyek Balai Rakyat terhenti dan tidak dilanjutkan sampai sekarang warga tak tahu. Torang pe Opo Lao sangat tidak transparan. Segala sesuatu yang dikerjakan tidak pernah di-musyawarahkan dan tidak diketahui oleh masyarakat," ungkap warga yang mengaku telah melaporkan dugaan kasus ini namun tidak ditindaklanjuti oleh aparat hukum.

Permasalahan lain yang dikeluhkan adalah pemotongan gaji perangkat kampung oleh Kapitalaung dengan alasan yang tidak masuk akal. Diakui oleh beberapa perangkat kampung, pemotongan gaji yang mereka terima hingga Rp. 400.000,- per bulannya. 

"Sekdes, Kaur, Kasie hingga Kepala - Kepala Lindongan semuanya kena pemotongan. Alasan Opo Lao karena dana perjalanan dinas tidak cukup," Ungkap Perangkat Kampung yang tak bersedia namanya ditulis.

Sayangnya, Kapitalaung Dalako Bembanehe, Ricky Lamida tak berada di kantornya ketika coba ditemui Kamis pagi (27/5) untuk dimintai konfirmasi. Ditunggui beberapa jam, Kapitalaung tetap tak menunjukan tanda - tanda bersedia dimintai konfirmasi. Warga sekitar kantor Kapitalaung berkelakar bahwa Opo Lao "Kabur" ke Tahuna karena tak mau ditemui wartawan dan tim investigasi dari LP-KPK Komcab Sangihe. 

"Kasus - kasus banyak, Opo Lao malah Kabur ke Tahuna," ucap warga. (Johan)