BPTD Kelas II Sulut Pastikan Perjalanan Mudik Lebaran 2026 Aman dan Nyaman - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

BPTD Kelas II Sulut Pastikan Perjalanan Mudik Lebaran 2026 Aman dan Nyaman

Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, Alexander Hilmi Perdana (Foto: ist)

BPTD Kelas II Sulawesi Utara siapkan posko Angkutan Lebaran 2026 untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik.

Sulut24.com, MANADO - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara memastikan masyarakat aman dan nyaman saat melakukan perjalanan mudik Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah. 

Jelang hari raya Idul Fitri, saat ini pihak BPTD Kelas II Sulut terus melakukan rapat koordinasi internal seluruh satuan layanan untuk mematangkan posko angkutan lebaran dan persiapan lain dalam rangka mendukung kelancaran angkutan lebaran 2026. 

Dalam rapat koordinasi internal bersama seluruh satuan pelayanan, BPTD II Sulut memastikan kesiapan sarana, prasarana, pengawasan operasional, serta layanan kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik lebaran.

Adapun pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026, dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan RI. Posko angkutan lebaran akan berlangsung hingga 30 Maret 2026.

Berdasarkan prediksi pergerakan  masyarakat, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 
Maret. Sementara puncak arus balik akan terjadi pada 20 Maret serta 26–27 Maret 2026.

Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, Alexander Hilmi Perdana, menegaskan keberadaan posko merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin 
kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Posko Angkutan Lebaran bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi bentuk 
komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat," tegas Perdana, Sabtu (13/3/3026).

Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, SDP dan Pengawasan, Dony Prasetio (Foto: ist)

"Oleh karena itu, seluruh jajaran BPTD Kelas II Sulawesi Utara harus bekerja secara maksimal, menjaga koordinasi, serta responsif 
terhadap setiap dinamika yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan  seluruh satuan pelayanan diminta 
memastikan kesiapan fasilitas di terminal dan pelabuhan penyeberangan, termasuk kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, serta sarana pendukung pelayanan kepada masyarakat. 

Apabila terdapat fasilitas yang memerlukan perbaikan atau penambahan, diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan optimal.

Selain kesiapan fasilitas, BPTD Sulawesi Utara juga telah melakukan kegiatan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus antarkota yang akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan.


Di tempat yang sama Kasubbag Tata Usaha Hasmun Hamzah mengatakan hingga hari ini kesiapan jumlah SDM BPTD Sulut sudah memadai untuk melaksanakan posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H. 

"Total personil BPTD Sulut sebanyak 283  guna mengatur lancarnya angkutan lebaran di Sulawesi Utara. Selain itu Kami juga telah melakukan penguatan penyebaran informasi dan publikasi melalui media, dan juga medsos terkait giat posko angleb," ucapnya.

Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan SDP, Yanuar Efan Thamrin, menegaskan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum masa operasional Lebaran.

“Ramp check menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan yang beroperasi selama Angkutan Lebaran benar-benar laik jalan. Kami juga terus mengingatkan operator dan pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan, karena faktor manusia sering menjadi penentu utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Di sisi lain, pengawasan operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran juga menjadi perhatian utama. Petugas di lapangan diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap operasional kendaraan serta fasilitas transportasi.

Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, SDP dan Pengawasan, Dony Prasetio, menyampaikan bahwa pengawasan yang optimal menjadi kunci dalam menjaga keselamatan pengguna jasa transportasi.

“Pengawasan operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran harus 
dilakukan secara optimal. Petugas di lapangan diharapkan aktif melakukan 
pemantauan serta memastikan seluruh layanan transportasi berjalan sesuai ketentuan demi menjaga keselamatan pengguna jasa,” ujarnya.

Sementara itu, kesiapan sarana dan prasarana transportasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran. Terminal maupun fasilitas penyeberangan harus dipastikan dalam kondisi siap melayani peningkatan mobilitas masyarakat.

Kepala Seksi Prasarana Jalan SDP, Santo Igno Gelu, menambahkan bahwa 
kenyamanan fasilitas transportasi juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan SDP, Yanuar Efan Thamrin (Foto: ist)

“Kesiapan sarana dan prasarana transportasi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran. Terminal dan fasilitas penyeberangan harus dipastikan 
dalam kondisi siap, bersih, dan nyaman agar masyarakat dapat merasakan pelayanan transportasi yang optimal,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh satuan pelayanan diminta untuk menyampaikan laporan operasional posko secara rutin kepada kantor induk, sehingga data pergerakan penumpang dan kendaraan dapat dipantau serta dilaporkan secara berjenjang hingga tingkat pusat.


Dalam kesempatan tersebut, juga ditekankan bahwa seluruh petugas yang bertugas di Posko Angkutan Lebaran, baik di kantor induk maupun di satuan pelayanan, wajib menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) selama bertugas guna menjaga profesionalitas pelayanan serta memudahkan identifikasi petugas di lapangan.

Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, BPTD Kelas II Sulawesi Utara berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan selamat, serta memberikan pelayanan transportasi yang optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran. (*/fan)