Andrei Angouw Angkat Isu Sampah, Narkoba hingga Konflik Timur Tengah di Pertemuan Tokoh Agama
Pertemuan triwulan bersama pimpinan rumah ibadah bahas pengelolaan sampah, kerukunan umat beragama, hingga ancaman narkoba dan radikalisme di media sosial.
Sulut24.com, MANADO - Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menghadiri tatap muka Triwulan I bersama pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado yang digelar Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA), Jumat (13/3), guna memperkuat koordinasi lintas agama sekaligus membahas isu kebersihan kota, kerukunan umat dan keamanan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Andrei menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam mendorong kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah kota terkait pembatasan penggunaan plastik sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah di Manado.
Baca Juga: Perang Rudal vs Perang Mulut
“Kami berharap peraturan wali kota mengenai pembatasan penggunaan plastik dapat membantu mengurangi sampah plastik di kota ini,” kata Andrei dalam sambutannya.
Selain isu lingkungan, Andrei juga mendorong peningkatan etos kerja dalam aktivitas sehari-hari serta memperkuat komunikasi antar tokoh agama agar menjadi teladan bagi jemaat masing-masing.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung dampak konflik di Timur Tengah yang mulai terasa secara ekonomi, termasuk kenaikan harga minyak dan kelangkaan elpiji.
“Situasi global seperti perang di Timur Tengah mulai mempengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk kenaikan harga minyak dan elpiji yang mulai sulit didapat,” ujarnya.
Andrei juga memastikan insentif bagi tokoh agama di Kota Manado tetap diberikan meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Ia sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, umat Hindu yang merayakan Nyepi, serta umat Kristiani yang bersiap menyambut Paskah.
Dalam kegiatan yang sama, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid memaparkan upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai kegiatan silaturahmi kamtibmas bersama warga.
Baca Juga: PTUN Manado Tolak Banding BWSS I, Perintahkan Buka Dokumen Proyek Pengaman Pantai Amurang
“Rasa aman menjadi modal utama bagi kita semua untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Irham.
Ia mengatakan kepolisian akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan tokoh agama guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Manado.
Kapolresta juga mengingatkan potensi penyebaran paham radikalisme melalui media sosial, termasuk melalui platform permainan daring, serta ancaman pornografi yang dapat mempengaruhi generasi muda.
Selain itu, ia menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredaran minuman keras yang menyasar kalangan anak muda.
“Kita harus menjaga bersama agar anak-anak kita tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba atau tindakan negatif lainnya,” ujar Irham.
Baca Juga: Putusan MA Jadi Yurisprudensi, Legalitas LSM Rako Kuat dalam Sengketa Keterbukaan Informasi
Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap triwulan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama serta stabilitas sosial di Kota Manado. (fn)


