Guru Keluhkan Efek Vaksin. Kadinkesda Akui Hanya Gejala Ringan Dan Prosentase Rendah - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Guru Keluhkan Efek Vaksin. Kadinkesda Akui Hanya Gejala Ringan Dan Prosentase Rendah

Kadinkesda Sangihe.. dr. Yopi Thungari, M.Kes (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 jenis Astra Seneca yang mulai diberikan kepada warga non tenaga medis sempat dikeluhkan. Pasalnya, pasca vaksinasi, gejala seperti demam dan badan merasa sakit dikeluhkan penerima vaksin.

Sejumlah Guru di Kecamatan Manganitu kepada sulut24.com menyatakan merasakan kondisi tubuh tidak enak disertai demam  sehari sesudah menerima vaksin. Menurutnya, gejala yang dirasakan langsung dilaporkan ke petugas medis di Puskesmas Manganitu.

Atas perintah dokter, kata dia, petugas Puskesmas langsung menangani keluhan - keluhan tersebut dan saat ini sudah dalam kondisi normal kembali. 

"Satu hari sesudah vaksin Astra Seneca, saya demam dan kondisi fisik menurun. Setelah ditangani perawat, puji Tuhan sekarang so sembuh dan normal kembali seperti tidak ada gejala apa - apa," kata salah satu guru PAUD dan kelompok bermain di kecamatan Manganitu. 

"Yang kami terima vaksin Astra Seneca dan merasakan demam. Tapi, sekarang sudah sembuh dan tak ada gelaja atau efek lain yang dirasakan," sambung Guru yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Kadinkesda) Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Yopi Thungari M.Kes dihubungi media ini mengakui jika menerima laporan adanya efek atau gejala yang dirasakan beberapa orang penerima vaksin seperti demam, namun katanya, saat itu juga langsung diberikan penanganan hingga efeknya hilang.

Ditambahkan Thungari, keluhan seperti demam dan nyeri merupakan efek dari pemberian vaksin apa saja termasuk Vaksin Covid AstraSeneca. Pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan hasilnya, keluhan yang ada masih bersifat ringan dengan prosentase yang rendah dibanding jumlah orang yang divaksinasi.

"Pembeian vaksinasi akan tetap diteruskan dan tetap melakukan skreening atau seleksi secara ketat," urai Thungari. (Johan)