Kerja Ekstra, Ternyata Nakes di Sangihe Belum Terima Gaji-13 - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kerja Ekstra, Ternyata Nakes di Sangihe Belum Terima Gaji-13

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Yopi Thungari MKes (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Munculnya Klaster baru Megaria Supermarket Tahuna dengan 39 orang karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19 seperti disampaikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe ke masyarakat melalui berbagai media, secara otomatis membuat Satgas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 mendapat tambahan kerja ekstra.

Setelah beberapa bulan terakhir Sangihe sempat dinyatakan Zero Covid atau tak ada temuan positif Corona, kini lonjakan tiba - tiba temuan 39 orang positif akhirnya memaksa pihak - pihak penanggungjawab penanganan Covid -19 kembali bekerja termasuk Nakes Covid-19 di RSD Liun Kendage Tahuna, RS Liung Paduli Tabukan Utara dan sejumlah Puskesmas.

Sayangnya, tanggungjawab Nakes kali ini sepertinya disertai keluhan belum dibayarkannya Gaji 13 dan sejumlah Insentif Covid beberapa bulan lalu.

Salah satu Nakes yang bertugas di Puskesmas perbatasan Marore menyatakan beberapa kali menyatakan kekecewaannya terhadap pembayaran hak Nakes yang seringkali tertunda. Sebut saja Gaji, Tunjangan Daerah Khusus, Gaji 13 dan Insentif Covid.

"Hak - hak kami sering terlambat dibayarkan, padahal kami bertugas diwilayah perbatasan, kami berada di Garda terdepan NKRI," ujar Boy Sumonda.

Lain lagi penuturan Nakes di RS Liung Paduli. Saat ini, kata dia, Nakes belum menerima Gaji 13, padahal ASN di unit kerja lainnya sudah dicairkan. Beban tanggungjawab semakin bertambah saat ada Klaster baru dengan 39 orang terkonfirmasi, tapi, lanjutnya, hak kami belum diberikan. 

"Tolonglah dimengerti, torang so harus memenuhi kewajiban dalam penanganan Covid, tapi hak kami belum dipenuhi," ungkap Nakes Covid yang minta namanya tak dipublikasi ini.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Yopi Thungari MKes dimintai konfirmasi mengakui jika Gaji 13 Nakes belum dibayarkan. Menurut Kadinkesda, persoalan Gaji 13 tersebut bukan hanya dialami oleh Nakes rumah sakit dan puskesmas tapi dialami juga oleh semua ASN dilingkup Dinas Kesehatan, termasuk dirinya.

"Iya, sampai sekarang Nakes di seluruh Puskesmas dan torang juga di Dinkesda belum menerima gaji 13," aku Thungari.

Kendalanya, menurut dokter Yopi, adalah pada kelengkapan daftar gaji, dimana terdapat nama pegawai yang tidak ada sehingga harus dilakukan perbaikan - perbaikan. "Saat ini sudah dimasukkan dokumen pencairan ke Badan Keuangan, semoga secepatnya bisa terealisasi dan segera dibayarkan ke para Nakes," janji Thungari. (Johan)