Menata Ulang Pasar Bersehati: Spirit Membangun Manado Hebat - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Menata Ulang Pasar Bersehati: Spirit Membangun Manado Hebat

Situasi jual-beli di Pasar Bersehati Manado (foto: milik barta1.com)


Catatan: Alfeyn Gilingan


Sulut24.com, OPINI - Jumlah pasar moderen kini terus bertambah. Di Indonesia terus beranak-pinak. Di kota-kota besar hingga kota kecil, bahkan masuk ke wilayah padat penduduk. Mendekat ke masyarakat. Menjadikan warga di perumahan sebagai pembeli tetap karena enggan berbelanja di pasar tradisional lantaran jaraknya jauh dan berbagai alasan lain.

Pasar moderen punya gedung mentereng. Selalu adaptatif. Konsepnya dibalut estetika. Bersih. Rapih. Aman dan nyaman. Disediakan berbagai fasilitas. Hadir dengan tata kelola kekinian. Jadi tempat belanja favorit kalangan the have. Adakalanya kaum rendahan yang ekonominya pas-pasan banyak yang berjejal belanja di sana, karena pengelolanya berani menjual kebutuhan pokok dengan harga lumayan murah. Antri di kasir untuk membayar bukan masalah.

Tetapi hingga Anda membaca catatan ini, pasar tradisional tetap ada --termasuk juga di Manado. Banyak pula kebutuhan pokok yang tersedia di sana. Harganya lebih murah. Masih punya pedagang, juga pembeli --sekalipun lebih dominan dari kalangan menengah dan  rendahan. Sekalipun lapak-lapaknya kotor dan udara pengap, jalannya becek, dan jaminan higienisnya masih rendah.

Sebagaimana pasar tradisional tetap bertahan dengan kondisi yang rapuh namun khas, justru itulah modal dan nyali dalam bersaing dengan pasar moderen. Sekalipun harus diakui, bahwa kebertahanan pasar tradisional itu, oleh karena berada pada pangkuan perlindungan pemerintah. 

Perlindungan pemerintah terhadap pasar tradisional, sebetulnya tertuju pada sektor usaha mikro kecil dan menengah. Merekalah yang sesungguhnya bersaing usaha dalam posisi tak seimbang dengan pasar moderen. Meskipun, kerap kali dinamika perlindungan pemerintah tampk setengah hati. Pedagang, mereka yang masuk kategori usaha mikro kecil menengah, sering sulit untuk mendapatkan akses modal berusaha.

Lepas dari hal yang demikian, pada hakikatnya  pemerintah wajib bertanggung jawab terhadap keberadaan dan keberlangsungan pasar tradisional. Termasuk juga pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Manado. Termasuk Pasar Bersehati.

Pasar Bersehati merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Sulawesi Utara. Pasar tradisional andalan di Manado. Dalam rupa yang kusam, wujud yang kusam, dekil dan kumuh serta pengelolaan yang amburadul selama bertahun-tahun, pasar ini sudah banyak memberi kontribusi. Pasar Bersehati merupakan  salah satu denyut nadi ekonomi masyarakat Manado. 

Saat ini Pasar Bersehati di bawah teknis kelola PD Pasar Manado. Pasar basah paling besar di Manado. Sejak awal hingga sekarang, menjadi lumbung pendapatan. Tetapi bukan pendapatan bagi kas pemerintah kota sebagai pemiliknya, melainkan bagi PD Pasar Manado. 

Pada puncak kekhawatiran adanya pandemi Covid19 dengan varian Delta yang liar,  ada informasi bahwa pasar Bersehati Manado sedang dalam persiapan renovasi (fisik gedung). Anggarannya, bantuan cuma-cuma dari pemerintah pusat yang dikucur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manado. Kapan pekerjaan dimulai, sesuai info dalam tahap evaluasi rancang gambarnya.

Sesungguhnya di Pasar Bersehati tidak ada yang unik. Atau bokeh dikatakan menarik. Apalagi punya daya estetis (dari kacamata seni dan pariwisata). Sebab pasar ini hanya sebagai pusat bisnis masyarakat menengah ke bawah. Hanya tempat jual-beli bahan pokok seperti sayur-mayur, bawang, rica, tomat, ikan, beras, gula, daging, hewan, rempah-rempah. Kemudian hari bertambah, ada lapak yang dibentuk menjadi toko kelontong, ada yang menjual makanan dan ada pedagang yang tinggal.

Pasar Bersehati termasuk pasar tradional tua di Manado. Pasar ini merupakan pergeseran pedagang dari pasar Calaca (eks terminal) dan pasar Ikan. Setelah gedung pasar dibangun saat Walikota Ir. N H Eman (1985-1990 dan 1990-1995) mengguyur Manado dengan program Bersih, Sehat, Aman, Tertib dan Indah (BERSEHATI) dan meraih Adipura, semua pedagang beralih dan menempati gedung yang baru dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 5 Ha, hasil reklamasi sepotong kecil kuala/kali Jengki.

Lalu dinamakan Pasar Bersehati. Gedungnya dua lantai lebih sedikut, diresmikan Wakil Presiden RI, Sooedharmono. Mulai dibangun tahun 1983, rampung beberapa tahun kemudian. Posisinya sangat strategis. Terletak di bibir kali, bersebelahan dengan pelabuhan Manado. Sekarang bagian atas yang menghadap laut dilewati jembatan Soekarno. Data BPS Manado tahun 2014, di kompleks pasar Bersehati terdapat 176 kios dan 1.171 los.

Sekarang kondisi pasar Bersehati sangat kumuh. Kotor, sampah selalu menumpuk. Bahkan jadi lumbung masalah. Oleh karenanya sangat mendesak dilakukan perbaikan, ada redesain dalam konsep yang integratif. Munculkan banyak keunggulannya. Jika ada redesain, pasar ini tidak hanya menjadi pusat bisnis kalangan menengah ke bawah tetapi justru akan disukai oleh semua kalangan. 

Sehingga ke depan dalam waktu lama, pasar Bersehati tetap berdaya saing, mampu berkompetisi dengan pasar-pasar moderen. Akan tetap berdinamika,  menjadi 'rumah dagang' bagi usaha mikro kecil dan menengah. Pedagang nyaman berjuakan, pembeli akan tetap berjubel. Dan tetap...menjadi aset andalan Pemerintah Kota Manado.

Ya, redesain performa yang tepat dan punya tuh kekinian, Pasar Bersehati akan terus bertahan uadir. Akan dijejali pembeli dari berbagai kalangan. Punya daya pikat tersendiri. Dirindukan oleh turis (pembeli sekaligus penikmat). Sah kalau dapat melampaui daya pikat pasar (seni) Sukowati di Gianyar, Bali. Pasar Triwindu dan pasar Gede Harjonagoro di Surakarta. Pasar Malioboro di Jogjakarta. Pasar (terapung) Lok Baintan di Banjarmasin. Pasar Baru di Jakarta. Pasar Seni Ubud, Bali, dan beberapa pasar tradisional lain yang nyaman, indah dan bersih.

Lalu, siapa yang harus harus betinisiatif melakukan redesain; tata ulang Pasar Bersehati? Seperti apa konsep pengembangannya yang sesuai kebutuhan masa  kini? Berapa besar anggaran yang diperlukan?

Mudah menjawab pertanyaan di atas. So pasti, pemerintah kota Manado-lah yang berkewajiban melakukan penataan. Bukan soal wajib karena melindungi usaha mikro kecil dan juga menengah, tetapi pada dasarnya pasar tradisional masih sangat dibutuhkan masyarakat. Selebihnya, pasar Bersehati sudah menjadi 'ladang pendapatan' bagi Pemkot melalui PD Pasar Manado. Ada setoran atau tidak ke kas oemkot sebagai PAD, PD Pasar Manado selama ini sudah meraup pendapatan dari Pasar Bersehati.

Meskipun hanya penataan ulang sebuah pasar tradisional, tetapi tetap saja harus punya konsep yang matang.  Konsep tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan. Konsep berikatan dengan situasi lingkungan dan estetika. Apalagi kalau diubungkan dengan pengembangan pariwisata (berbasis bahari-agraris). Apakah konsep itu menekankan pada salah satu komoditas atau lebih, atau semua komoditas merata tetapi menyertai kearifan lokal, patut dipertimbangkan dengan matang sebagaimana pernah dilakukan, misalnya oleh pemerintah di Bercelona (Jerman), Tokyo (Jepang) dan sebagainya.

Pasar Laboqueria di Jerman, hadir sekitar abad ke-13. Sampai hari ini masih ada, disebut-sebut salah satu dari pasar tradisional terbaik di dunia. Terletak tidak jauh dari boulevard terkenal di Barcelona, La Lambras, awalnya pasar ini khusus menjual babi. Sekarang, pasar ini telah mengandalkan ikan sebagai komoditas terbesarnya. 

Tokyo, kota besar dan ibukota Jepang. Namun di kota megapolitan itu ada pasar tradisional. Namanya Tsukiji Fish Market. Sebenarnya merupakan pasar buah, sayuran dan ikan tradisional terbesar di Tokyo. Namun, bagi masyarakat Tokyo dan Jepang umumnya, Tsukiji Market adalah surganya pecinta ikan. Pasar ini menjadi pasar grosir penjulan ikan terbesar di dunia, yang menampung kurang lebih 2.000 ton hasil laut dan 1.000 ton sayuran dan buah-buahan per hari dari seluruh pelosok daerah. Lalu didistribusikan ke pasar-pasar dan restoran dengan truk-truk ke daerah-daerah sekitar Tokyo mulai dari pukul 05:00 hingga 08:00 pagi. Lelang sayur, buah-buahan dan hasil laut berlangsung pagi-pagi buta. Barang-barang kebutuhan pokok, mulai berdatangan dari pukul 17:00 hingga pada 03:00 dini hari. Pelelangan akan berlangsung selama dua jam sampai pukul 05:00 pagi.

Tahun 1970-an Manhattan terkenal sebagai daerah kumuh. Lumbung kasus kriminal. Ada Pasar Square New York City, berkembang setelah diambil alih oleh para petani. Mereka 

merevitalisasinya dan berkembang menjadi salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Ada lebih dari 140 petani regional, penjual ikan, tukang roti dan tukang daging yang menghidupkan pasar ini. Pengunjungnya mencapai angka hingga 60.000 orang pada hari-hari puncak.

Masih pasar tradisional di Amerika Serikat, yaitu Pasar Lancaster Pennsylvania. Ini pasar tertua di Pennsylvania, hadir sejak tahun 1730 dan diberi status tetap oleh King George II pada tahun 1742. Berlokasi di pusat negara Amish di Lancaster, Pennsylvania, wisatawan berkumpul di sini untuk membeli produk kerajinan tangan dan makanan yang dibuat oleh komunitas Amish lokal. Hingga kini pasar tersebut masih terus popular dan selalu dipadati wisatawan.

Anda pernah ke Thailand dan belanja di Pasar Or Tor Kor Bangkok? Terletak di Kamphaengphet Road, tepat di seberang Chatuchak Market, pasar Or Tor Kor ini menjual berbagai macam kebutuhan memasak, buah, sayur, bumbu hingga manisan, permen bahkan aksesori. Di salah satu sudutnya juga terdapat food court yang menjual makanan khas Thailand. Pasar beroperasi sejak pukul 06.00 hingga 20.00 malam.

Contoh lain pasar tradisional terbaik  di dunia adalah Pasar St. Lawrence di kota tua Toronto, Kanada. Pasar ini dibuka awal tahun 1800-an ini menjual berbagai kebutuhan. Pengelolanya menyiapkan 120 vendor, menjadi tempat favorit bagi warga Toronto. Di sini dijual makanan segar tradisional, mulai buah hingga seafood. Ada pajangan barang-barang antik. Pada hari Minggu  ada sekutar 100-an stan milik pedagang barang antik. 

Nah, pasar tradisional di London lain lagi. Ada Pasar Borough namnya, merupakan pasar buah dan sayuran tertua. Terletak di lingkungan Southwark, Pasar Borough beroperasi sejak 1755. Khusus menjual produk dan buah-buahan lokal, keju dan roti tawar; inilah pasar grosir yang melayani banyak restoran. Pasar segar ini buka hari Senin-Sabtu dari pukul 10:00-17:00.

Ada lagi pasar tradisional terkenal di Perancis, Marche' Provencal namanya. Terletak di kota tua bersejarah Antibes, pasar ini penuh dengan bahan-bahan gourmet dari wilayah provence di Perancis. Menariknya, pengunjung dapat belajar memasak masakan Perancis dengan makanan khas setempat, termasuk foie gras, madu, lavender segar, anggur dan keju, makanan buah dan rempah-rempah harum. Pembeli juga bisa duduk menikmati kopi di salah satu kafe terdekat yang menawan atau menuju absinthe bar. Para pengrajin lokal menampilkan karya mereka setiap sore, mulai dari keramik sampai ukiran kayu hingga lukisan.

Dengan demikian, pasar Bersehati Manado dapat mengambil pola pengembangan dari pasar-pasar tradisional terbaik di Indonesia. Dapat juga belajar dari kisah dan eksistensi pasar tradisional terbaik dunia yang sudah diuraikan di atas. Misalnya berkaca dari desain dan pola kelola Pasar Kowloon di Hong Kong. Pasar di kawasan Kowloon ini menjadi favorit turis maupun penduduk lokal, khususnya bagi foodie karena di sini terdapat bahan-bahan berkualitas tinggi, termasuk daging impor segar, ikan dan tumpukan sayuran hijau yang sempurna. Di pasar basah ini ada pusat makanan, menyajikan aneka masakan Kanton yang lezat dan beragam hidangan Thai yang tidak terlalu pedas.

Lalu, apakah pemerintah Kota Manado memiliki anggaran yang cukup dalam spirit menata ulang pasar Bersehati dalam konsep yang dinamis integral?  

Anggaran pasti ada. Meskipun kecil. PAD Manado cukup besar. Jika Pasar Bersehati diyakini sebagai salah satu potensi sumber pendapatan jangka panjang dan lmemiliki masa depan baik, PAD dapat sisihkan untuk keperluan membangun. Menyisihkan anggaran dalam dua tiga tahun berjalan dalam APBD, tentu saja bukan beban atau masalah.

Ya, harus begitu. Harus berani. Apalagi Walikota berlatar pengusaha. Apalagi sejak  awal, PD Pasar Manado hadir sebagai usaha untuk mendulang pendapatan bagi Pemkot. Seperti sekarang, sehari pendapatan reguler mencapai Rp60 juta tidaklah kecil. Pendapatan akan bertambah kalau pengelolanya, tuan-tuan direksi tidak hanya banyak omong tetapi harus bercekas, berpikir cepat. Pertama-tama memperbaiki performa lembaga, menjadikan PD Pasar sebagai lembaga usaha pemerintah Manado yang punya gengsi. Bermartabat dan dipercaya, juga menjadi soko guru bagi ribuan pedagang yang menyenai hidup di sana. 

Saatnya secara internal, setiap organ pengelola tidak menjadikan lembaga ini semata-mata sebagai ladang mata pencaharian. Kesadaran memperbaiki kinerja sangat urgen dilakukan. Termasuk berani bersikap bijak, menempuh keputusan. Antara lain mengurangi jumlah pegawai dan menurunkaninsentive para pengelola sampai kepada angka yang ideal berdasarkan aturan standar. Terlampau fantastik kalau insentive para petinggi mencapai angka seratusan juta per bulan disaat kondisi perusahaan dalam keadaan tidak stabil. 

Jika performa PD Pasar sudah baik dan semakin baik, tentu sangat mudah membangun partnership dengan lembaga keuangan pemerintah maupun swasta. PD Pasar Manado akan masuk dalam Investation Green Book, di sanalah lembaga investasi dunia bercokol. Maka peluang masuknya investasi sudah terbuka. Ketidak-cukupan pembiayaan penataan ulang, dapat diatasi dengan masuknya investasi.

Sebelum investasi masuk, adalah sangat ideal apabila tuan-tuan direksi PD Pasar Manado punya kiat untuk menghadirkan sumber pendapatan baru selain yang reguler sudah ada. Caranya, menambah objek usaha dengan modal secukupnya tetapi meraih pendapatan yang signifikan. Jangan lupa, pengawasan internal wajib dilakukan secara ketat proporsional.

Jika tidak cukup anggaran dalam kerangka spirit menata ulang Pasar Bersehati --karena disesuaikan dengan konsep--, masih ada cara atau pola lain yang dapat ditempuh pengelolanya. Antara lain, dapat menempuh skema pembiayaan Government to Government (G2G), Government to Bussines (G2B), atau Bussines to Bussines (B2B).

Skema G2G memang agak berat digunakan. Lebih muda G2G dalam negeri, misalnya pemerintah pusat dan daerah. Skema G2G antar negara cukup rumit. Memengaruhi utang negara. Cenderung  membuat uang dari dalam negeri mengalir ke negara lain. 

Pilihan pada skema G2B dan B2B masih lebih baik. Pemerintah juga tetap akan menjadi pendorong. Skema B2B di Indonesia, misalnya, proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung, yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) sejak tahun 2016 silam. 

Nah, PD Pasar Manado dalam performa yang baik, pasti dapat menempuh skena ini. Apalagi tata ulang pengembangan kawasan Pasar Bersehati dilakukan dalam konsep yang integral dinamis untuk jangka panjang. Tidak hanya gedung fisiknya yang dibangun estetis berbalut local wisdom (bahari-agraris), tetapi setiap elemen yang integral itu saling menopang; Pasar Bersehati akan menjadi pasar tradisional basah yang sesuai namanya: Bersih, Sehat, Aman, Tertib dan Indah. 

Pemimpin Manado dan segenap piranti pendukungnya,, saat harus berjiwa besar untuk out of the box; bukan masanya lagi berdiam di zona nyaman jika Manado benar-benar diarak menjadi kota yang mengandalkan jasa dan pariwisata. Pengelola pasar, yakni PD Pasar Manado, harus kesatria tampil sebagai pembaharu. Tegar menempuh jalan yang berliku untuk membangun performa dan citra lembaga usaha pelat merah tersebut.

So, Kota Manado akan tambah hebat di 'tangan dingin' pemimpin masa kini yang berjiwa entrepreneur di era generasi milenial; yakni dalam spirit membangun Walikota dan Wakil Walikota, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS). (*/Penulis, wartawan yang tinggal menetap di Manado)