Main Pecat Bawahan, Lurah Arogan Ini Diminta Dicopot Dari Jabatannya - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Main Pecat Bawahan, Lurah Arogan Ini Diminta Dicopot Dari Jabatannya

Lurah Tidore Ahmad Taher, S.Kom (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Melakukan pemecatan terhadap bawahan sepertinya telah menjadi hobby bagi seorang Lurah Tidore Kecamatan Tahuna Timur.

Betapa tidak, dalam hitungan beberapa bulan saja sejak diangkat dan dilantik menjadi Lurah Tidore, Ahmad Taher S.Kom telah memberhentikan hampir 20 orang bawahannya antara lain petugas kebersihan, petugas keamanan, kader posyandu, ketua RT dan petugas kelurahan lainnya.

Tindakan Lurah yang dinilai warga Tidore sebagai tindakan arogan ini akhirnya memicu protes yang berujung tuntutan kepada Bupati Sangihe untuk mencopot Ahmad Taher dari jabatannya.

"Ini tindakan brutal dari Lurah Tidore. Bayangkan, tanpa alasan jelas memecat 11 orang THL. Tak puas, Lurah juga memecat 6 orang petugas lainnya. Sekarang malah memecat lagi ketua RT. Pejabat pemerintah seperti apa ini?," sembur Arifin Lakoro warga Tidore dengan nada geram.

Mantan ketua RT 07 Kelurahan Tidore ini menyatakan, tindakan Lurah yang arogan ini harus segera disikapi dan ditindaklanjuti oleh pimpinan daerah. 

"Jangan biarkan ada oknum pejabat seperti ini di daerah. Dia (Lurah Tidore, red) bisa mencoreng citra pejabat birokrasi Sangihe, sudah saatnya pejabat ini di evaluasi," ujar Lakoro.

Senada dikatakan tokoh masyarakat Kelurahan Tidore, Fadly Bachmid yang ikut menyayangkan sikap arogan Ahmad Taher. "Mau jadi apa Kelurahan Tidore jika memiliki Lurah seperti ini. Kami minta Bupati Sangihe segera mengevaluasi kinerja dan tindakannya," tegas Bachmid. "Bila perlu, kami minta copot saja Lurah ini dari jabatannya," sambung warga Tidore lainnya.

Sebelumnya, sekitar Februari 2021 lalu, Ahmad Taher telah memecat 11 orang THL yang berimbas dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sangihe. Ironisnya, rekomendasi DPRD hasil RDP tersebut hingga hari ini diduga tak pernah ditindaklanjuti Bupati Kepulauan Sangihe sehingga membuat Lurah semakin leluasa melakukan pemecatan yang sama terhadap 6 THL lainnya dan ketua RT.

Lurah Tidore, Ahmad Taher S.Kom ketika dihubungi media ini, Kamis (19/8) membantah telah melakukan tindakan arogan memecat bawahannya. Menurutnya, mekanisme telah dijalankan namun beberapa orang tidak mengindahkan. "Semua sudah dilakukan sesuai prosedur pembinaan, namun yang bersangkutan tidak menanggapi dan tidak hadir saat diundang. Yang bersangkutan lalai dalam tanggungjawab dan melanggar tupoksi dan disiplin selaku ketua RT," jelas Ahmad Taher. (Johan)