Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Sebut Vaksin Tidak Bisa Dijadikan Solusi Tunggal - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Sebut Vaksin Tidak Bisa Dijadikan Solusi Tunggal

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers (Foto: Sekertariat Presiden/ Youtube.com)

Sulut24.com, JAKARTA - Juru bicara (Jubir) pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menghimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, termasuk bagi masyarakat yang telah menerima vaksinasi dosis pertama. 

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 di Indonesia, Kamis (2/9/2021). 

Dia menambahkan kekebalan terhadap infeksi virus Covid-19 akan terbentuk maksimal ketika masyarakat telah menerima suntikan dosis vaksin lengkap yaitu dosis pertama dan dosis kedua. 

“Kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin dapat terbentuk secara optimal, apabila dosis yang diberikan sudah lengkap. Hal ini disebabkan karena setelah dosis pertama, kekebalan yang ditimbulkan akan turun, maka perlu dilakukan booster atau dosis kedua agar kekebalan dapat terbentuk dengan optimal dan bertahan dalam waktu yang lebih panjang,” jelasnya. 

Menuturnya, vaksin yang telah disuntikan masih tetap dapat memberikan kemampuan pembentukan kekebalan yang tergolong baik berdasarkan hasil uji laboratorium maupun pengujian di populasi terhadap varian baru secara global kususnya Variant Of Concern (VoC). 

Namun Wiku mengatakan vaksinasi tidak bisa dijadikan solusi tunggal untuk penanganan Covid-19 karena menurutnya berdasarkan data yang ada saat ini, tidak ada vaksinasi yang dapat menghasilkan kekebalan secara sempurna.

“Data telah menunjukan tidak ada vaksin yang dapat menghasilkan kekebalan sempurna terhadap covid-19, oleh karena itu kita tidak bisa mengandalkan vaksin sebagai solusi tunggal ditengah dinamika Covid-19,” ungkap Wiku. 

Menurutnya, sampai saat ini kenaikan kasus masih terlihat, bahkan di negara-negara yang telah melakukan vaksinasi dengan cakupan diatas 60 persen seperti Israel dan Islandia.

Untuk itu Wiku mengatakan bahwa proteksi yang ideal terhadap virus Covid-19 saat ini adalah vaksinasi yang disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.  

“Maka dari itu, hal utama yang harus kita sadari adalah meskipun vaksin dapat meredam dampak akibat kenaikan kasus, upaya penanganan pandemi dengan vaksinasi harus dibarengi dengan proteksi yang paling ideal yaitu menjalankan disiplin protokol kesehatan secara sempurna,” ujar Wiku. (Fn)