TMS Klaim Miliki Lahan Tambang Siap Operasi, APRI: Itu Pembohongan Publik - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

TMS Klaim Miliki Lahan Tambang Siap Operasi, APRI: Itu Pembohongan Publik

Lokasi tambang Bowone (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Persoalan tambang emas diwilayah Kepulauan Sangihe kembali memanas. Kali ini melibatkan DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sejumlah jajaran pengurus dan anggota APRI Sangihe ramai - ramai membantah pernyataan dan ulasan dari perusahaan pemegang Kontrak Karya PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) yang dirilis dalam website Baru Gold Corp pada 7 September 2021.

Dalam ulasannya, Baru Gold Corp mengklaim telah mengakuisisi sebagian besar lahan tahap satu untuk memulai proses produksi penambangan awal. Diakui pula oleh TMS, pembebasan lahan sebagian besar telah diamankan dan sisa lahan lainnnya ditargetkan selesai dalam 30 hari kedepan. Bahkan, perusahaan asala Kanada tersebut memastikan konstruksi operasi tambang tinggal menunggu kedatangan staf dan peralatan kunci ke Sangihe. 

Pernyataan lain yang dibantah keras oleh APRI adalah soal dukungan warga sekitar tambang yang di klaim TMS sebagian besar telah memberikan dukungan penuh terhadap operasi produksi PT. TMS. 

"Perusahaan bangga dengan hubungan yang telah dibangun dengan penduduk setempat yang mendukung penuh inisiatif perusahaan termasuk penciptaan lapangan dan peluang bisnis di pulau itu," tulis Baru Gold Corp di web-nya.

Terkait klaim TMS tersebut, DPC APRI Sangihe langsung bereaksi keras menanggapi dan  menyatakan bahwa penjelasan - penjelasan TMS sebagian besar bukanlah fakta yg ada di lapangan. "Kami menyayangkan adanya upaya menggiring opini publik yang diduga dilakukan TMS agar publik Sangihe yakin jika perusahaan itu telah mendapatkan restu pemilik lahan dan penduduk di lingkar tambang. Kami harap TMS tak lagi membuat opini "sesat" di publik," tegas Junawir Stirman, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi APRI Sangihe.

Senada disampaikan Ketua DPC APRI Sangihe, Irvan Mamadoa Ogelang. Kepada media ini, dirinya tegas membantah pernyataan dan klaim TMS khususnya terkait pembebasan lahan dan dukungan warga. Menurut Ogelang, dalam catatan APRI, belum ada pemilik lahan yang bersedia memberikan lahannya kepada TMS. Warga kampung Binebas, Bowone dan Salurang lanjut Ogelang, yang menurut TMS mendukung penuh, faktanya hanya beberapa orang saja. 

"Kalau pemetaan dan pengukuran lahan tambang itu ada, tapi yang menjual lahan ke TMS, setahu kami belum ada," urai Ogelang.

"Itu berpotensi menjadi Pembohongan Publik karena apa yang disampaikan bukan fakta yang sebenarnya. Kami harap TMS bermain secara fair jangan main - main klaim seenaknya tanpa dasar dan bukan realita yang ada di lapangan," ujar lelaki muda pemegang pucuk pimpinan APRI Sangihe ini.

Sementara itu, salah satu Manager TMS di Sangihe, Priyo "Bob" Husodo saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/9/2021) sepertinya enggan memberikan tanggapan lebih. "Memang sudah ada lahan (tambang) yang dibebaskan. Itu saja yang saya tahu," kata Bob singkat. (Johan)