Mengenal Ansye Dengah, Srikandi Pembentukan Kabupaten Minahasa Utara - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas


Advertisement

Mengenal Ansye Dengah, Srikandi Pembentukan Kabupaten Minahasa Utara

Ansye Dengah (Foto: Ist)

Sulut24.com, MINUT - Cerita dibalik rencana pembentukan Kabupaten Minahasa Utara ternyata memiliki sepenggal kisah yang berharga yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Dibalik berdirinya Kabupaten Minahasa Utara ternyata ada peran dari seorang Srikandi Tanah Tonsea Minut namanya Ansye Dengah.

Fakta sejarah menyebutkan proposal usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Utara diambil dari hasil karya skripsi seorang Mahasiswa yang pintar dan cerdas yang namanya Ansye Dengah dengan judul "Faktor-Faktor Penunjang Daerah Tonsea menjadi Kabupaten".

Skripsi ini pun dijadikan proposal usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Utara dengan hanya mengganti sampul skripsi menjadi proposal.

Ansye Dengah adalah mahasiswa angkatan '96 Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado dan ketika dia lulus mendapat nilai tertinggi dengan Indeks Prestasi 4,0 (Cumlude) 

Ansye Dengah telah berhasil menyelesaikan studinya atau di Wisuda tahun 2006. Dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ia mengecap pendidikan di SD. Inpres Airmadidi kemudian melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Airmadidi hingga mampu menyelesaikan jenjang pendidikannya di SMA Airmadidi.

Disaat Dia menjadi Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, isu pembentukan Kabupaten Minahasa Utara mulai heboh dan bertepatan juga dengan pembuatan skripsinya.

Dosen pembimbing Drs. Albert Wuysang disaat itu menyarankan kepada Ansye Dengah agar memilih judul skripsi yang lain karena takutnya dalam penelitian maupun pengumpulan data penyelesaian skripsinya akan mengalamai kendala atau kesulitan.

Namun apa yang di kwatirkan ternyata tidak terjadi, justru hal itu memacu Ansye Dengah lebih bersemangat, dengan kecerdasan dan kerja kerasnya beliau mampu menyelesaikan skripsinya. 

"Awal penyusunan skripsi memang sempat kesulitan anak saya (red Ansye Dengah) dimana dia harus berjibaku dalam pengumpulan data, tapi dia anak yang hebat dan tekun, dia memiliki prinsip teguh sebab jika sudah mengambil keputusan akan sulit untuk di tarik kembali," ujar Josep Dengah Ayah kandung Ansye Dengah.

Ansye Dengah sendiri saat dimintai pendapatnya terkait hal ini menolak untuk memberikan tanggapanya.

"No komen saya hanya mau bekerja," ujarnya singkat.

Lebih lanjut perihal digunakanya skripsi Ansye Dengah sebagai proposal pengusulan pembentukan Kabupaten Minahasa Utara adalah Kehadiran dua orang yang juga punya peran dalam pembentukan Kabupaten Minahasa Utara yaitu Helda Mumbunan dan Junius Mandagi.

Mereka berdua datang di rumah orang tua Ansye Dengah tepatnya di Kelurahan Airmadidi Atas hanya untuk meminjam Skripsi dijadikan proposal pengusulan pembentukan Kabupaten Minahasa Utara.

"Iya Waktu itu pak Junius Mandagie dan Helda mumbunan datang di rumah untuk meminta skripsi anak saya dan sampai saat ini skripsi itu tidak di kembalikan," tutup Dengah.

Diketahui Ansye Dengah saat ini menjabat sebagai camat Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Seperti pengakuan para staf kantor kecamatan, dimana Ansye Dengah seorang publik figur yang disiplin, pekerja keras, inovatif dan kreatif.

"Ibu camat orangnya tegas dan tepat waktu beliau pemimpin teladan," tutur salah satu pegawai kantor camat yang enggan namanya di sebutkan,

Melihat hal tersebut publik mengakui bahwa Srikandi Tanah Tonsea Minut Ansye Dengah, termasuk salah satu generasi pendiri Kabupaten Minahasa Utara. (Joyke)